Surya Paloh Santai Namanya Disebut Ikut Disadap, Sebut Wacana Pemakzulan Gibran Tragis
- account_circle Ikbal
- calendar_month 12 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gambar Redaksi : Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh saat memberikan sambutan pada peresmian kantor baru DPD Nasdem Karawang.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wacana tersebut kembali mencuat setelah Mahkamah Agung mengabulkan gugatan terkait surat keterangan penyetaraan ijazah SMA yang digunakan Gibran sebagai salah satu persyaratan pencalonan pada Pilpres 2024.
Menanggapi kemungkinan pemakzulan melalui mekanisme DPR, Surya Paloh menegaskan bahwa setiap langkah harus mengacu pada ketentuan dan persyaratan konstitusional.
“Kalau semua persyaratan yang memang sudah tersedia, memang itu sebagai satu-satunya alternatif penyelesaian. Dan jalankan saja. Kan enggak ada alternatif lain,” tuturnya.
Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan adanya alternatif penyelesaian lain dalam menyikapi persoalan tersebut.
Surya Paloh juga mengingatkan pentingnya menjaga suasana kebatinan masyarakat dan seluruh komponen bangsa di tengah dinamika politik nasional.
Menurutnya, kondisi politik yang terus diwarnai polemik hingga munculnya wacana pemakzulan wakil presiden merupakan situasi yang memprihatinkan.
Ia menilai, keberlangsungan pemerintahan seharusnya tetap menjadi perhatian bersama agar tidak menimbulkan ketegangan di tengah masyarakat.
“Sebagai satu bangsa, presidennya masih aktif, wakil presidennya masih aktif. Nah, tiba-tiba wakil presiden harus ada rencana pemakzulan. Ini bagi saya, jujur saya katakan, tragis,” kata Surya Paloh.
Ia menegaskan, situasi tersebut bukan sesuatu yang diharapkan terjadi dalam kehidupan politik dan ketatanegaraan Indonesia.
“Dan ini bukan yang kita harapkan,” pungkasnya.
- Penulis: Ikbal






Saat ini belum ada komentar