Penutupan Kongres XI Gerakan Pemuda Marhaenis, Mentri HAM Tegaskan Program Pemerintah Berpihak pada Rakyat Kecil
- account_circle Ikbal
- calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
- print Cetak

Gambar Istimewa : Menteri HAM, Natalius Pigai.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
AWK mengajak kader Gerakan Pemuda Marhaenis memaknai Marhaenisme sesuai perkembangan zaman dan tantangan sosial ekonomi saat ini.
Menurutnya, konsep kaum Marhaen kini tidak hanya merujuk petani dan buruh, tetapi juga mencakup pengemudi ojek online, kurir, pekerja kreatif, serta pelaku UMKM.
“Kaum Marhaen tidak hanya berkaitan dengan kemiskinan, tetapi juga harus menjadi kelompok yang sejahtera,” ujarnya.
AWK mendorong kader GPM terus mengawal semangat Tri Sakti dan menjaga nilai perjuangan Bung Karno melalui kerja politik, sosial, dan kebangsaan.
Ia menegaskan pergantian pemimpin merupakan bagian dari demokrasi, namun nilai Marhaenisme harus tetap hidup lintas generasi.
“Presiden boleh datang dan pergi, gubernur boleh datang dan pergi, tetapi api Marhaenisme harus tetap menyala-nyala,” pungkasnya.
- Penulis: Ikbal













































