Limbah Usus Ayam Cemari Permukiman di Karangtengah, Satgas Citarum Harum Tutup Outfal RPH di Cugenang
- account_circle Ikbal
- calendar_month 18 jam yang lalu

Gambar Istimewa: Satgas Citarum Harum bersama DLH Cianjur melakukan sidak ke RPH Galih Santika Barnas dan menutup saluran limbah akibat pencemaran usus ayam di permukiman Kecamatan Karangtengah.
Kondisi itu berpotensi mencemari tanah, air permukaan, serta mengganggu kesehatan masyarakat sekitar.
Menurut Tantan, DLH Cianjur sudah memperingatkan pengelola tempat pemotongan ayam tersebut pada 2024.
Namun, pengelola tidak menjalankan rekomendasi pengolahan limbah sesuai prosedur hingga sekarang.
“Kami sudah mengingatkan sejak 2024 agar pengelolaan limbah sesuai aturan. Namun sampai sekarang belum ada perbaikan signifikan,” kata dia.
Salah satu pekerja berinisial S sempat membantah limbah berasal dari lokasi usaha mereka.
Namun, tim menemukan tumpukan limbah dan aroma menyengat di sekitar area pemotongan ayam setelah melakukan pengecekan.
Satgas Citarum Harum, DLH Cianjur, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa kemudian menyepakati penutupan sementara outfal RPH Galih Santika Barnas.
Penutupan berlaku sampai pengelola memperbaiki sistem IPAL dan pengelolaan limbah secara menyeluruh.
Satgas Citarum Harum juga memastikan akan meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan pembuangan limbah di wilayah Cianjur.
Pemerintah mengingatkan pelaku usaha agar tidak mengorbankan lingkungan demi kepentingan ekonomi.
Warga Karangtengah mengapresiasi langkah cepat pemerintah dan Satgas Citarum Harum.
Mereka berharap penindakan itu memberi efek jera dan mendorong pengelolaan limbah yang lebih bertanggung jawab di sepanjang aliran Sungai Citarum.
- Penulis: Ikbal

