Kepala SPPG di Kecamatan Cidaun Diduga Lecehkan Pegawai di Mobil, Korban Alami Trauma
- account_circle Ikbal
- calendar_month 16 jam yang lalu

Gambar Ilustrasi : Seorang wanita diduga mengalami pelecehan oleh Kepala SPPG Jayapura Cidaun.
Saat ditanya alasan tidak menemui wartawan ketika didatangi ke dapur SPPG, E mengaku sedang tidak berada di lokasi.
“Kami sedang tidak ada di tempat dan tidak menggunakan kendaraan pribadi,” ucapnya.
Ia juga menyebut kedatangan wartawan seharusnya dikonfirmasi lebih dahulu karena dirinya memiliki agenda koordinasi dengan sejumlah pihak.
Sementara itu, perempuan yang diduga menjadi korban membantah seluruh pernyataan E. Ia meminta identitasnya dirahasiakan.
Korban mengatakan peristiwa itu terjadi saat dirinya bersama E mengantarkan uang insentif kader ke sejumlah sekolah.
Ia mengaku sempat mendapat hukuman push-up pada malam hari. Keesokan paginya, meski masih menangis, ia tetap menjalankan tugas.
“Dia (Red : Kepala SPPG) meminta maaf soal kejadian malam sebelumnya, lalu mengajak salaman. Tangan saya ditarik sambil meminta dicium. Saya menolak,” kata korban.
Korban mengaku sengaja merekam situasi di dalam mobil karena sebelumnya merasa tidak nyaman dengan perilaku atasannya.
Menurut dia, saat mobil berhenti di jalan, E sempat merebahkan badan dan mencoba menyentuh bagian tubuhnya.
“Saya langsung menggeser badan sambil merekam video,” ujarnya.
Usai kejadian tersebut, korban mengaku mengalami trauma hingga memutuskan berhenti bekerja dan pulang ke kampung halamannya bersama orang tuanya.
“Saya hampir seminggu hanya diam di kamar. Banyak pesan masuk yang membuat saya tertekan,” katanya.
Menanggapi video viral itu, Ketua Yayasan Dapur SPPG Jayapura menyatakan pihak yayasan telah mengetahui informasi yang beredar di media sosial.
Namun, yayasan menegaskan dugaan tindakan tersebut merupakan ranah pribadi dan bukan tanggung jawab lembaga.
“Kami sudah mengetahui informasi itu dari media sosial. Yayasan fokus pada penyediaan menu untuk penerima manfaat,” ujarnya.
Ia menambahkan, persoalan tersebut diserahkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) karena Kepala SPPG merupakan perpanjangan tangan lembaga tersebut.
“Kami menyerahkan penanganannya kepada BGN karena Kepala SPPG merupakan perpanjangan tangan dari BGN,” pungkasnya.
- Penulis: Ikbal

