Kepala SPPG di Kecamatan Cidaun Diduga Lecehkan Pegawai di Mobil, Korban Alami Trauma
- account_circle Ikbal
- calendar_month 16 jam yang lalu

Gambar Ilustrasi : Seorang wanita diduga mengalami pelecehan oleh Kepala SPPG Jayapura Cidaun.
RUANGPOJOK.COM – Video dugaan pelecehan yang menyeret Kepala Dapur SPPG Jayapura di Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, beredar sebelumnya di media sosial.
Perempuan yang diduga menjadi korban mengaku mengalami trauma setelah peristiwa tersebut.
Dalam video yang beredar, pria berinisial E yang menjabat sebagai Kepala SPPG Jayapura diduga melakukan tindakan tidak pantas terhadap pegawainya di dalam mobil.
Sejumlah wartawan sempat mendatangi dapur SPPG Jayapura pada Selasa, 12 Mei 2026, untuk meminta klarifikasi. Namun, hingga beberapa jam menunggu, E tidak menemui awak media.
Klarifikasi baru disampaikan sepekan kemudian, Selasa, 19 Mei 2026. Kepada ruangpojok.com, E membantah dugaan pelecehan tersebut.
Ia mengaku dalam kondisi sakit dan hampir tidak sadar saat kejadian berlangsung.
Menurut dia, video direkam ketika dirinya baru selesai membagikan insentif ke sejumlah sekolah dan berhenti di sebuah apotek karena pusing.
“Video itu direkam oleh yang bersangkutan ketika kami sedang sakit dan hampir setengah tidak sadar. Saat itu kami berhenti di apotek karena pusing,” kata E melalui pesan WhatsApp.
E membantah berniat melakukan tindakan tidak pantas terhadap pegawainya.
Ia menyebut gerakan dalam video terjadi saat dirinya hendak memegang sandaran kursi belakang.
“Tujuan kami bukan merangkul, tetapi hendak memegang sandaran kursi belakang,” ujarnya.
E menjelaskan perempuan tersebut baru bekerja selama empat hari sebagai akuntan di dapur SPPG Jayapura.
Menurut dia, pegawai tersebut tidak mampu mengoperasikan Microsoft Excel dan meninggalkan tempat kerja tanpa pemberitahuan.
“Dia dijemput orang tuanya setelah kami kembali ke dapur dan langsung pergi tanpa pemberitahuan,” katanya.
Selain membantah dugaan pelecehan, E menyatakan mantan pegawai itu diduga memiliki gangguan psikis sebelum bekerja di SPPG Jayapura.
“Yang bersangkutan mengaku memiliki gangguan psikis sebelum bekerja di tempat kami,” kata dia.
Menurut E, pihaknya menerima perempuan tersebut karena mengaku mampu menjalankan pekerjaan administrasi dan memiliki latar belakang sarjana akuntansi.
“Kami masih tahap percobaan satu bulan. Namun baru empat hari bekerja sudah terlihat tanda-tanda gangguan psikis,” ujarnya.
- Penulis: Ikbal

