KDMP Cianjur Masih Terkendala Lahan, Baru 203 dari 360 Bangunan Gerai Berdiri hingga Akhir 2026
- account_circle Admin
- calendar_month 57 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gamber Redaksi : Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cianjur
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sementara itu, rencana pemanfaatan lahan sekolah di wilayah Solokpandan belum dapat dilanjutkan karena luas tanahnya yang berada di bekas sekolah dasar lembur tengah tidak memenuhi ketentuan.
Untuk mempercepat pembangunan, pemerintah daerah meminta setiap desa dan kelurahan mengidentifikasi lahan alternatif yang sesuai dengan persyaratan program.
Pemerintah juga membuka peluang pemanfaatan aset milik pemerintah maupun kerja sama sewa-menyewa dengan pemilik lahan. Namun, skema tersebut harus memiliki kesepakatan yang jelas dan mempertimbangkan kemampuan pembiayaan koperasi.
“Kami terus memfasilitasi penyelesaian persoalan lahan. Desa yang sudah siap juga kami laporkan agar pembangunan dapat dilanjutkan oleh Agrinas,” kata Budhi.
Ia menambahkan, Diskumdagin Cianjur berkoordinasi dengan pihak Desa maupun kelurahan yang masih belum menemukan solusi terkait ketersediaan lahan.
Adapun budihy mengatakan, pelaporan pembangunan melibatkan jajaran TNI melalui Komando Distrik Militer (Kodim) kepada PT Agrinas Pangan Nusantara.
Selanjutnya, Agrinas menindaklanjuti laporan tersebut sesuai tahapan dan ketentuan yang berlaku.
Pemerintah daerah berharap penyelesaian kendala lahan dapat mempercepat pembangunan gerai KDMP di wilayah yang belum terealisasi.
Dengan begitu, program KDMP di Kabupaten Cianjur tidak hanya berhenti pada pembentukan badan hukum koperasi.
Pemerintah berharap setiap koperasi dapat mengembangkan unit usaha yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
- Penulis: Admin





Saat ini belum ada komentar