Investasi Cianjur Baru Rp1,33 Triliun hingga Semester I 2026, DPMPTSP Optimistis Kejar Target Rp3,78 Triliun
- account_circle Ikbal
- calendar_month 16 jam yang lalu
- print Cetak

Gambar Redaksi : Kepala DPMPTSP Cianjur, Superi Faizal.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Di samping itu, investor mempertimbangkan ketersediaan sumber daya alam dan tingkat upah minimum di Kabupaten Cianjur.
Menurut Superi, tingkat upah Cianjur masih relatif kompetitif dibandingkan sejumlah daerah yang menjadi kawasan industri.
Meski demikian, DPMPTSP Cianjur masih menghadapi sejumlah kendala dalam mendorong masuknya investasi baru.
Salah satu kendala tersebut berkaitan dengan kesesuaian lahan terhadap aturan tata ruang yang berlaku.
Superi mengatakan sejumlah calon investor sudah mengincar lahan untuk membangun kegiatan usaha di Kabupaten Cianjur.
Namun, setelah melakukan pengecekan, DPMPTSP menemukan sebagian lahan masuk kawasan yang memiliki pembatasan pemanfaatan.
Di antaranya, lahan tersebut masuk dalam kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan atau LP2B dan Lahan Sawah Dilindungi atau LSD.
“Setelah dicek, lahannya masuk ke dalam pola ruang, termasuk LP2B atau LSD,” katanya.
Karena itu, investor tidak bisa langsung menggunakan lahan tersebut untuk kegiatan usaha.
DPMPTSP kemudian memberikan penjelasan kepada investor mengenai ketentuan tata ruang sebelum mereka merealisasikan investasinya.
Untuk mengejar target investasi 2026, DPMPTSP Cianjur akan memperkuat pendampingan kepada pelaku usaha.
Selain itu, DPMPTSP mendorong perusahaan memenuhi kewajiban pelaporan melalui Laporan Kegiatan Penanaman Modal atau LKPM.
Superi mengatakan pihaknya juga akan mendatangi sejumlah perusahaan yang sudah menjalankan kegiatan usaha di Cianjur.
“Kita akan melakukan pendampingan secara kontinu, termasuk door to door ke beberapa perusahaan yang telah beroperasi,” ujarnya.
Dengan langkah tersebut, DPMPTSP berharap kepatuhan pelaporan meningkat sekaligus memperbarui data realisasi investasi di Kabupaten Cianjur.
Superi pun optimistis realisasi investasi Cianjur dapat meningkat pada semester kedua 2026.
Optimisme itu, menurut dia, berkaca pada capaian investasi Kabupaten Cianjur sepanjang 2025.
Pada 2025, pemerintah daerah menargetkan investasi sekitar Rp1,9 triliun.
- Penulis: Ikbal














































