Harga Tepung Tapioka Melonjak, UMKM Kerupuk di Cianjur Hanya Bertahan dengan Menggoreng
- account_circle Zayu
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

(foto: Ruangpojok.com) UMKM Kerupuk Galunggung di Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Setiap hari, usaha tersebut mengolah sekitar 10 karung kerupuk mentah. Setiap karung memiliki berat sekitar 25 kilogram.
Meski tidak lagi memproduksi kerupuk mentah, usaha tersebut masih mempekerjakan sekitar 20 orang. Sebagian pekerja bertugas menggoreng, mengemas, dan mendistribusikan kerupuk ke warung-warung.
Nasrul menyebut sebagian pekerja juga menjalankan tugas pemasaran dengan berkeliling menggunakan sepeda motor pada pagi hari. Mereka kemudian menggoreng dan mengemas kerupuk pada siang hari.
Selain harga tepung tapioka, kenaikan harga minyak goreng dan plastik juga menambah beban usaha. Sementara itu, penjualan terkadang terkendala karena stok kerupuk di sejumlah warung masih menumpuk.
Selama menjalankan usaha, Nasrul mengatakan pengelola menggunakan modal pribadi dan belum menerima bantuan permodalan dari pemerintah.
Ia berharap pemerintah dapat menjaga kestabilan harga bahan baku agar pelaku UMKM tetap mampu menjalankan usahanya.
โKalau bisa, harga bahan-bahan pokok seperti tepung tapioka, minyak, dan plastik distabilkan. Jangan sampai terus melonjak karena dampaknya terasa bagi semua usaha yang menggunakan bahan tersebut,โ pungkasnya.(rz)
- Penulis: Zayu






Saat ini belum ada komentar