GMNI Kembali Desak Hentikan Sementara Program MBG usai Tragedi Keracunan Massal
- account_circle Admin
- calendar_month Kam, 2 Okt 2025

Foto redaksi : Mahasiswa GMNI unjuk rasa di depan Gedung DPRD Cianjur terkait Program MBG.
RUANGPOJOK.COM – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cianjur berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Cianjur, Kamis, 2 Oktober 2025.

Menuntut pemerintah menghentikan sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah 165 siswa di berbagai sekolah cianjur diduga keracunan sepanjang tahun ini.

Ketua GMNI Cianjur, Agus Rama, menilai program yang digagas pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN) itu gagal menjalankan amanah untuk menyehatkan anak-anak sekolah.
“Alih-alih memberi gizi, makanan MBG justru membuat anak-anak masuk rumah sakit. Ini potret kegagalan negara,” kata Agus dalam press lesease Cianjur, Selasa, 30 September 2025.

Sepanjang 2025, kasus keracunan akibat MBG berulang di berbagai sekolah di Cianjur.
Catatan GMNI menyebutkan beberapa kasus, di antaranya pada tanggal 20 Agustus, ketika 12 santriwati Pondok Pesantren Darul Quran Cidaun muntah dan pusing usai makan MBG.
Kemudian, pada September, 9 siswa MTs Islamiyah Sayang diduga keracunan buah potong. Selanjutnya, pada tanggal 11 September, 36 siswa SD Salakawung dan SMP Budi Luhur Cugenang keracunan.
Tak hanya itu, melainkan pada tanggal 25 September, 30 siswa SDN Taruna Bakti Cugenang beserta guru juga ikut jadi korban.
“Ini bukan kasus insidental, tapi pola kegagalan sistemik. Pengawasan lemah, vendor dipilih tanpa seleksi ketat, dan distribusi makanan tidak terkontrol,” ujar Agus Rama.
- Penulis: Admin


