DMGP Garap Panas Bumi Cipanas 125 MW, Klaim Aman bagi Ekosistem dan Sumber Air Warga
- account_circle Ikbal
- calendar_month Kam, 12 Feb 2026

Gambar Istimewa : Humas DMGP, Imron Rosyadi
Pakar vulkanologi Unpad, Prof. Dr. Ir. Nana Sulaksana, MSP, juga memastikan struktur Gunung Gede Pangrango tetap stabil.
Ia menjelaskan perusahaan mengambil uap melalui sumur bor berdiameter kecil yang diperkuat pipa baja dan semen, bukan dengan menggali terowongan besar di dalam gunung.
DMGP turut memasang jaringan seismograf untuk memantau getaran tanah secara real-time di sekitar wilayah operasional sebagai bentuk transparansi.
Cipanas dikenal sebagai sentra hortikultura nasional yang memasok kol, wortel, dan kentang. Stabilitas suhu dan kelestarian mata air menjadi faktor kunci keberhasilan pertanian dataran tinggi tersebut.
Prof. Nana menegaskan uap panas bumi berada di kedalaman ribuan meter dan terpisah dari air tanah dangkal oleh lapisan batuan kedap air yang tebal. Karena itu, sistem panas bumi tidak berhubungan langsung dengan sumber air warga.
“Teknologi closed-loop mengembalikan fluida sepenuhnya ke dalam bumi. Sistem ini menjaga keseimbangan volume dan tekanan air bawah tanah,” jelasnya.
Selain menjaga sumber air, pembangkit panas bumi tidak menggunakan pembakaran bahan bakar fosil.
Operasionalnya tidak melepaskan panas tambahan maupun emisi signifikan ke atmosfer, sehingga iklim mikro Cipanas tetap sejuk dan udara tetap bersih.
DMGP, anak usaha PT Dian Swastatika Sentosa Tbk yang berada di bawah Grup Sinar Mas, menargetkan proyek panas bumi Cipanas menjadi bagian penting transisi energi bersih nasional.
Hingga kini, perusahaan terus melanjutkan tahapan eksplorasi dengan pengawasan teknis dan sosial ketat serta mengklaim tidak menemukan gangguan signifikan terhadap lingkungan maupun aktivitas warga sekitar.
- Penulis: Ikbal


