Dari Ruang Penegakan Hukum ke Tribun Bobotoh, 10 Bulan Perjalanan AKBP Alexander di Cianjur
- account_circle Zayu
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

(foto: Ilustrasi GeminiAi)Nobar Persib hingga Dekat dengan Wartawan, Sisi Lain Kepemimpinan Alexander di Cianjur.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Alexander menekankan pendekatan persuasif sekaligus penegakan aturan. Pemilik kendaraan dapat mengambil kembali kendaraannya setelah memenuhi persyaratan, termasuk mengganti knalpot dengan komponen sesuai spesifikasi pabrikan.
Dalam Operasi Patuh Lodaya 2026, Polres Cianjur kembali memprioritaskan penindakan knalpot bising. Kepolisian menyebut sekitar 2.000 kendaraan telah diamankan selama dua bulan sebelumnya karena pelanggaran tersebut.
Program itu juga berlanjut melalui razia acak di jalur perkotaan dan luar kota. Pendirian Tugu Knalpot Ayam Pelung menjadi simbol edukasi, sementara penindakan tetap berlangsung untuk menekan penggunaan knalpot yang mengganggu masyarakat.
Nobar Persib, Ruang Kedekatan dengan Bobotoh
Salah satu pendekatan yang paling mudah dikenali masyarakat selama kepemimpinan Alexander adalah kegiatan nonton bareng pertandingan Persib Bandung.
Polres Cianjur bersama komunitas Bobotoh menggelar nobar secara rutin di lingkungan Mapolres. Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara kepolisian, pendukung Persib, dan masyarakat di luar agenda formal penegakan hukum.
Pada awal Januari 2026, Alexander menyatakan kesediaannya menjadi bagian dari keluarga besar Bobotoh. Ia juga berkomitmen memfasilitasi kegiatan nobar ketika Persib berlaga di kompetisi liga maupun ketika tim nasional Indonesia bertanding.
Komitmen tersebut berlanjut hingga 18 Oktober 2026. Polres Cianjur menggelar nobar Persib melawan Persik Kediri yang sekaligus menjadi momen perpisahan Alexander dengan Bobotoh menjelang perpindahan tugasnya ke Polda Jawa Barat.
Dalam kegiatan itu, ia menyebut Polres Cianjur telah menyelenggarakan nobar sebanyak 47 kali selama masa kepemimpinannya. Bagi Alexander, kegiatan tersebut bukan sekadar menyaksikan pertandingan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan menjaga hubungan dengan masyarakat.
Ia berharap tradisi nobar dapat diteruskan oleh Kapolres Cianjur yang baru. Menurutnya, pergantian jabatan tidak semestinya memutus hubungan persaudaraan yang sudah terbangun.
Pertandingan terakhir itu berakhir dengan kemenangan Persib 1-0 atas Persik Kediri. Hasil tersebut menjadi penutup kegiatan nobar terakhir Alexander bersama Bobotoh Cianjur sebelum bertugas di Bandung.
Kedekatan dengan Awak Media dan Ruang Kritik
Hubungan dengan insan pers juga menjadi bagian dari pendekatan Alexander selama memimpin Polres Cianjur. Sejak awal menjabat, ia mengajak wartawan membangun komunikasi untuk mendukung penyampaian informasi kepada masyarakat.
Pada peringatan Hari Pers Nasional 2026, Polres Cianjur menggelar kegiatan syukuran bersama sejumlah awak media. Kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang pertemuan antara kepolisian dan jurnalis di Kabupaten Cianjur.
Hubungan itu berlanjut melalui kegiatan mancing bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cianjur dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) pada 1 Agustus 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Alexander menyatakan media merupakan mitra strategis kepolisian. Ia juga menegaskan bahwa Polres Cianjur tidak menutup diri terhadap kritik dan masukan dari wartawan.
Menurutnya, masukan dari insan pers dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja institusi. Ia berharap komunikasi yang terjalin mendorong pemberitaan yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.
Kedekatan tersebut menjadi salah satu sisi lain dari masa kepemimpinannya. Selain berhadapan dengan persoalan keamanan dan penegakan hukum, Alexander membangun ruang komunikasi melalui kegiatan sosial dan pertemuan informal.
Melanjutkan Pengabdian di Polda Jawa Barat
Setelah sekitar sepuluh bulan memimpin Polres Cianjur, Alexander mendapat penugasan baru sebagai Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Barat.
Perpindahan tersebut menandai berakhirnya masa tugasnya di Kabupaten Cianjur. Catatan selama kepemimpinannya mencakup pengungkapan sejumlah perkara kriminal, operasi knalpot brong, kegiatan bersama Bobotoh, serta komunikasi dengan insan pers.
Namun, sejumlah perkara yang melibatkan jaringan lintas wilayah masih membutuhkan tindak lanjut, termasuk pengejaran terhadap tersangka yang belum tertangkap dalam kasus sindikat pencurian dan penelusuran dugaan jaringan perdagangan orang.
Di sisi lain, keberlanjutan program penertiban lalu lintas, kegiatan sosial, dan komunikasi dengan media kini menjadi pekerjaan rumah bagi kepemimpinan Polres Cianjur berikutnya.
Bagi masyarakat Cianjur, masa kepemimpinan Alexander tidak hanya tercatat melalui penindakan kasus. Kegiatan yang mempertemukan kepolisian dengan komunitas dan awak media juga menjadi bagian dari perjalanan tugasnya sebelum melanjutkan pengabdian di tingkat Polda Jawa Barat.(red)
- Penulis: Zayu





Saat ini belum ada komentar