Bupati Minta Kritik Berbasis Fakta, Konten Kreator Justru Mengaku Diintimidasi
- account_circle Zayu
- calendar_month Senin, 19 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

(foto: Ruangpojok.com) Bupati Cianjur dr Muhamad Wahyu Ferdian saat menandatangani komitmen bersama Forkopimda Kabupaten Cianjur terkait knalpot brong.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ia menilai penerapan standar operasional prosedur (SOP) diperlukan untuk menjaga ketertiban dan mendukung proses penyembuhan pasien.
“Rumah sakit sesuai SOP. Tiap lokasi di Indonesia ini punya aturan sendiri yang harus ditaati dan itu untuk kepentingan bersama, dalam hal ini kepentingan kesembuhan pasien,” katanya.
Meski membantah tudingan intimidasi, Wahyu menegaskan pemerintah Kabupaten Cianjur tetap terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan dari masyarakat, termasuk konten kreator di media sosial.
Ia berharap masyarakat menyampaikan kritik berdasarkan data dan fakta, bukan untuk kepentingan pribadi.
“Dari pemerintah daerah, tentunya kami siap menerima kritik, saran, dan masukan dari seluruh lapisan masyarakat karena kami juga bagian dari masyarakat,” ujarnya.
Wahyu juga mengingatkan agar aktivitas pembuatan konten tidak mengganggu masyarakat yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
Menurutnya, kebebasan menyampaikan pendapat perlu berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap hak pasien untuk memperoleh ketenangan selama proses pemulihan.(rz)
- Penulis: Zayu





Saat ini belum ada komentar