Hari Santri 2026 di Parungkuda Digelar Dua Hari, Hadirkan Lomba dan Layanan Sosial Gratis
- account_circle Zayu
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

(foto: Rekan Media) Kegiatan bertema Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas tersebut melibatkan unsur pemerintah kecamatan, ulama, pimpinan pondok pesantren, santri, panitia, dan masyarakat setempat.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kegiatan bertema Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas tersebut melibatkan unsur pemerintah kecamatan, ulama, pimpinan pondok pesantren, santri, panitia, dan masyarakat setempat.
Ketua penyelenggara, Empep Andri, mengatakan kegiatan ini bertujuan mengenang perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Selain itu, panitia ingin menumbuhkan semangat keagamaan, memperkuat kecintaan terhadap tanah air, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di kalangan masyarakat.
“Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mengembangkan kreativitas santri, memberikan penghargaan kepada para ulama, serta menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda,” ujarnya.
Panitia menggelar empat cabang perlombaan yang melibatkan puluhan peserta. Lomba pidato diikuti 32 peserta, lomba hadroh melibatkan 13 grup, lomba tilawah diikuti 20 peserta, dan lomba perkutut diikuti 15 peserta.
Selain perlombaan, panitia memberikan cenderamata kepada ulama dan pimpinan pondok pesantren. Kegiatan tersebut juga menghadirkan apresiasi dari anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Teddy Setiadi.
Panitia turut menggelar upacara peringatan bersama para kepala desa serta menyediakan sejumlah layanan sosial gratis bagi masyarakat.
Layanan tersebut meliputi pemeriksaan gula darah, pelayanan administrasi kependudukan, layanan Samsat, pelayanan perpajakan dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), serta perpustakaan keliling dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah.
Perwakilan wilayah Parungkuda berharap penyelenggaraan Hari Santri pada tahun mendatang dapat berlangsung lebih besar dengan melibatkan lebih banyak peserta dari berbagai lembaga pendidikan dan keagamaan.
Ia menyebut keterwakilan peserta dari wilayahnya tahun ini masih terbatas, yakni satu peserta dari mitra usaha dan satu peserta dari SMA YPI Parungkuda.
Menurutnya, pemerintah, pondok pesantren, majelis taklim, dan yayasan Islam perlu memperkuat sinergi agar kegiatan serupa dapat menjangkau lebih banyak santri.
- Penulis: Zayu





Saat ini belum ada komentar