Guru SMP di Cianjur Dibegal Siang Bolong, Pelaku Todongkan Senjata Api
- account_circle Zayu
- calendar_month 46 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

(foto: ilustrasi GeminiAi)Sepeda motor Honda Beat Street warna cokelat bernomor polisi F 4818 WBM milik korban dibawa kabur pelaku ke arah Maleber.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
RUANGPOJOK.com – Seorang guru SMP bernama Ria Elviana (34) menjadi korban pencurian sepeda motor di Jalan Didi Prawirakusumah, Maleber, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur. Pelaku diduga menodongkan senjata api ketika korban memergoki aksi pencurian tersebut.
Sepeda motor Honda Beat Street warna cokelat bernomor polisi F 4818 WBM milik korban dibawa kabur pelaku ke arah Maleber.
Ria menuturkan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, Rabu 21 Oktober 2026. Saat itu, ia baru menyelesaikan kunjungan ke rumah siswa untuk keperluan home visit.
Ia kemudian kembali menuju sekolah tempatnya mengajar, SMP DMC. Namun, saat tiba di gerbang, akses masuk masih tertutup karena siswa sedang melaksanakan salat Zuhur.
Ria akhirnya memarkirkan sepeda motornya di depan gerbang. Karena cuaca sangat panas, ia berteduh di lokasi yang tidak jauh dari kendaraannya bersama seorang siswa.
Tidak lama kemudian, dua orang datang menggunakan sepeda motor dan mendekati kendaraan miliknya. Tak berselang lama, seorang pelaku lain menghampiri motor tersebut dan mencoba merusak bagian setang.
“Saya melihat ada orang yang mendekati motor dan berusaha merusak setangnya. Saya langsung menghampiri mereka,” ujar Ria saat menceritakan kejadian tersebut.
Saat korban mendekat, pelaku menjatuhkan sepeda motor yang sedang dicoba dibobol. Ria kemudian berusaha mengambil kembali kendaraannya.
Namun, dua pelaku lain yang berada di sekitar lokasi diduga menghalangi korban dengan menodongkan senjata api.
“Saya sempat berteriak, ‘Motor! Motor!’ Namun, ketika dia menodongkan pistol, saya langsung takut dan tidak bisa berteriak lagi,” ungkapnya.
Ria memastikan pelaku tidak sempat melepaskan tembakan. Ia memilih tidak melakukan perlawanan karena khawatir pelaku menggunakan senjata tersebut.
- Penulis: Zayu





Saat ini belum ada komentar