Ketua HMI Cianjur Minta Penilaian NU Berdasarkan Kinerja, Bukan Almamater Organisasi
- account_circle Ikbal
- calendar_month 1 menit yang lalu
- print Cetak

Gambar Istimewa : Ketua HMI Cianjur, Ridha Nestu Adidarma.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
RUANGPOJOK.COM – Ketua Umum HMI Cabang Cianjur, Ridha Nestu Adidarma, menilai pernyataan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin berpotensi mencederai nilai inklusivitas Nahdlatul Ulama (NU).
Ridha menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu yang mengaitkan kondisi NU dengan latar belakang organisasi mahasiswa pengurus PBNU.
Menurut Ridha, publik perlu menilai kepemimpinan NU berdasarkan kinerja kelembagaan, program kerja, dan capaian organisasi.
Karena itu, ia menilai afiliasi organisasi mahasiswa seseorang saat menempuh pendidikan tidak tepat menjadi tolok ukur kemajuan atau kemunduran NU.
“NU sejak awal berdiri sebagai organisasi keagamaan yang menjunjung inklusivitas dan persatuan umat,” kata Ridha, Minggu, 30 Agustus 2026.
Lebih lanjut, Ridha menilai NU tidak semestinya membatasi kepemimpinan berdasarkan latar belakang organisasi mahasiswa seseorang.
Ia menyebut prinsip tersebut sejalan dengan pesan Al-Qur’an dalam Surah Ali Imran ayat 103 tentang pentingnya menjaga persatuan umat.
Dalam konteks tersebut, Ridha menyayangkan narasi yang menghubungkan kondisi NU dengan latar belakang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sejumlah pengurus PBNU.
Ia menilai narasi semacam itu berpotensi melahirkan generalisasi dan mengalihkan perhatian dari evaluasi terhadap kinerja organisasi.
“Kinerja kepemimpinan organisasi semestinya dinilai berdasarkan indikator kelembagaan, program kerja, dan capaian substantif,” ujarnya.
Di sisi lain, Ridha menegaskan HMI tidak mempersoalkan keberadaan alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dalam kepengurusan PBNU.
- Penulis: Ikbal













































