Ketua HMI Cianjur Minta Penilaian NU Berdasarkan Kinerja, Bukan Almamater Organisasi
- account_circle Ikbal
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Gambar Istimewa : Ketua HMI Cianjur, Ridha Nestu Adidarma.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Menurut dia, alumni PMII memiliki kontribusi dalam perjalanan dan kepengurusan NU.
Pandangan tersebut, kata Ridha, menunjukkan pentingnya menempatkan kontribusi kader di atas sentimen berdasarkan latar belakang organisasi mahasiswa.
HMI, lanjut dia, selama ini mengedepankan ukhuwah Islamiyah dan semangat kekaryaan dalam membangun hubungan antar lembaga.
Ridha juga menyinggung pernyataan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengenai kontribusi intelektual alumni PMII bagi NU.
Menurut Ridha, pernyataan tersebut memperlihatkan ruang kontribusi yang terbuka bagi berbagai latar belakang organisasi mahasiswa Islam.
Atas dasar itu, Ridha mengajak tokoh politik dan organisasi mahasiswa Islam membangun narasi konstruktif ketika membahas persoalan NU.
Ia meminta setiap pihak menggunakan data dan indikator yang jelas dalam menilai kondisi serta kinerja organisasi.
Dengan demikian, perbedaan latar belakang organisasi tidak berkembang menjadi sentimen kelembagaan yang berpotensi mengganggu persatuan umat.
“NU hadir sebagai rahmat bagi seluruh alam atau rahmatan lil ‘alamin, bukan rahmatan lil Muhaimin,” kata Ridha.
Ridha menilai semangat tersebut perlu menjadi pijakan bersama untuk menjaga marwah NU sebagai organisasi keagamaan yang inklusif.
Ia berharap NU tetap menjadi ruang bersama yang mampu merawat persatuan, keberagaman, dan kontribusi berbagai kelompok umat.
- Penulis: Ikbal













































