Budi Martanova Pimpin BPBD Kota Tasikmalaya, Perkuat Mitigasi Bencana Berbasis Tata Ruang
- account_circle Saefudin Zuhri
- calendar_month 16 menit yang lalu

Gambar Istimewa : Budi Martanova resmi mengucapkan sumpah jabatan sebagai Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya saat pelantikan di Gedung Creative Center (GCC), Kompleks Dadaha.
RUANGPOJOK.COM – Wali Kota Tasikmalaya melantik Budi Martanova sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya di Gedung Creative Center (GCC), Kompleks Dadaha, Jumat, 10 Juli 2026.
Pelantikan tersebut menjadi langkah Pemerintah Kota Tasikmalaya memperkuat mitigasi bencana, meningkatkan kesiapsiagaan, dan membangun tata kelola kebencanaan yang profesional.
Wali Kota juga melantik Kepala Dinas Sosial serta Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A).
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menegaskan promosi jabatan menerapkan Manajemen Talenta dalam sistem merit Aparatur Sipil Negara (ASN).
Pemerintah menetapkan promosi berdasarkan kompetensi, integritas, rekam jejak, potensi, dan kinerja. Pemerintah tidak lagi mengutamakan senioritas.
Viman meminta Budi Martanova segera memperkuat mitigasi bencana menghadapi musim kemarau dan ancaman bencana hidrometeorologi.
“Jangan sampai kita kagetan menghadapi bencana. Kita memiliki BMKG dan BPBD. Penanggulangan bencana menjadi program prioritas,” kata Viman kepada wartawan.
Menurut Viman, kesiapsiagaan membutuhkan dukungan anggaran, sumber daya manusia, loyalitas, serta respons cepat dalam setiap penanganan bencana.
Ia juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah menghilangkan ego sektoral dan memperkuat koordinasi.
“Kita ini bukan Superman. Hilangkan egosentris antardinas. Rutinlah berdiskusi untuk membahas program strategis nasional, daerah, dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Budi Martanova memiliki latar belakang akademik di bidang Planologi atau Perencanaan Wilayah dan Kota.
Keahlian tersebut mendukung penyusunan kebijakan berbasis tata ruang, pengembangan wilayah, pengelolaan lingkungan, dan pemetaan kawasan rawan bencana.
Kompetensi itu memperkuat upaya pengurangan risiko bencana melalui pembangunan yang berkelanjutan.
- Penulis: Saefudin Zuhri
- Editor: Ikbal

