Breaking News
Beranda » Bencana Alam » Kandang Ayam Diduga Tak Berizin di Campaka Terbakar, 16 Ribu Ayam Mati dan Satu Warga Alami Luka Bakar Serius

Kandang Ayam Diduga Tak Berizin di Campaka Terbakar, 16 Ribu Ayam Mati dan Satu Warga Alami Luka Bakar Serius

  • account_circle Ikbal
  • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

🌐 Bahasa

RUANGPOJOK.COM – Kebakaran melanda kandang ayam diduga tak berizin di Desa Mekarjaya, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Minggu, 5 April 2026, sekitar pukul 04.00 WIB.

Peristiwa yang diduga dipicu korsleting listrik ini menewaskan 16.000 ekor ayam dan menyebabkan satu orang mengalami luka bakar di tangan.

Kepala Desa Mekarjaya, Asep Saepudin, mengatakan kebakaran terjadi di Kampung Lewi Bitung, RT 04/RW 04, pada kandang ayam milik Dirman (55), warga Kampung Babakan.

Ia menjelaskan, api diduga berasal dari korsleting listrik, lalu cepat membesar karena bangunan kandang didominasi material mudah terbakar seperti kayu dan bambu.

“Kandang berbahan kayu dan bambu membuat api cepat merambat dan sulit dikendalikan,” ujar Asep.

Kandang berukuran sekitar 50 meter x 10 meter dengan dua lantai itu ludes terbakar.

Sebanyak 16.000 ekor ayam berusia 11 hari yang berada di dalam kandang turut mati akibat kejadian tersebut.

Selain menimbulkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp490 juta, kebakaran juga menyebabkan satu korban luka serius.

Dilarang mengutip, menyalin, atau menayangkan ulang sebagian maupun seluruh isi berita ini untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi RuangPojok.com.
  • Penulis: Ikbal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less
STATISTIK PENGGUNA
Aktivitas pembaca RuangPojok.com
VIEWER HARI INI
374
Aktif hari ini
TOTAL VIEWER
464,511
Total tayangan
TOTAL PENGUNJUNG
73,606
Pengunjung unik