Tiga Pelajar SMP Terlibat Kecelakaan, Disdikpora Cianjur Rencanakan Sosialisasi Gandeng Kepolisian
- account_circle Ikbal
- calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
- visibility 55
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gambar Redaksi : Kantor Disdikpora Cianjur.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ipan mendorong sekolah menggelar pendidikan parenting agar orang tua memahami aturan dan bahaya berkendara bagi anak yang belum cukup umur.
“Harus ada peran serta orang tua. Kami perlu memberikan edukasi dan pemahaman agar anak tidak diperbolehkan membawa kendaraan sebelum cukup usia,” katanya.
Selain itu, Ipan meminta wali kelas memperkuat komunikasi dengan orang tua melalui grup kelas.
Guru dapat mengingatkan jadwal masuk dan pulang sekolah. Orang tua juga perlu memastikan anak segera pulang setelah kegiatan belajar selesai.
Sekolah juga harus menghubungi orang tua ketika siswa tidak hadir untuk memastikan keberadaan dan alasan ketidakhadirannya.
Disdikpora akan memanggil dan menegur sekolah yang masih memperbolehkan siswa membawa sepeda motor ke lingkungan sekolah.
“Kalau ada sekolah yang memperkenankan peserta didik membawa motor, nanti akan kami panggil atau tegur kepala sekolahnya,” ujar Ipan.
Disdikpora juga berencana mendorong sekolah menggandeng kepolisian melalui Polsek setempat untuk memberikan pembinaan keselamatan berkendara kepada siswa.
Pembinaan dapat berlangsung saat kegiatan sekolah, termasuk upacara. Polisi dapat menjelaskan aturan lalu lintas dan risiko berkendara bagi anak.
Ipan menegaskan sekolah dan orang tua harus bersama-sama mencegah pelajar SMP mengendarai sepeda motor sebelum memenuhi ketentuan.
“Ini harus menjadi pekerjaan rumah setiap satuan pendidikan. Walaupun kejadiannya di luar jam pembelajaran, keselamatan siswa tetap harus menjadi perhatian,” pungkasnya.
- Penulis: Ikbal















































Saat ini belum ada komentar