Soroti Berobat Gratis KDM Sambil Ngonten, Aktivis Cianjur Selatan Bikin Kegaduhan di RSUD Sayang
- account_circle Zayu
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

(foto: Ilustrasi Gemini AI) Ridwan, yang dikenal dengan nama Aktivis Cianjur Selatan, datang untuk mempertanyakan pelaksanaan program tersebut. Namun, kedatangannya memicu ketegangan setelah petugas rumah sakit melarangnya merekam di area pelayanan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
RUANGPOJOK.com – Program berobat gratis kelas III yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membantu masyarakat mengakses layanan kesehatan justru diwarnai kegaduhan di RSUD Sayang Cianjur, Jumat, 16 Oktober 2026.
Sorotan datang dari konten kreator asal Pasirkuda, Muhammad Ridwan, yang mempertanyakan pelaksanaannya sambil membuat konten di lingkungan rumah sakit.
Ridwan, yang dikenal dengan nama Aktivis Cianjur Selatan, datang untuk mempertanyakan pelaksanaan program tersebut.
Namun, kedatangannya memicu ketegangan setelah ia bersikeras merekam aktivitas bersama Bupati Cianjur di lingkungan rumah sakit, meskipun petugas telah melarang perekaman di area pelayanan.
Ridwan mengaku keberatan dengan larangan tersebut. Ia merasa mendapat perlakuan berbeda dibandingkan orang lain yang juga melakukan perekaman di lingkungan rumah sakit.
Dengan lantang ia mengatasnamakan suara warga yang kesulitan berobat, terutama mereka yang tak memiliki BPJS aktif.
Ironisnya, ia menyuarakan pasien tanpa membawa satu pun pasien saat itu untuk membuktikan keluhannya.
“Saya punya jiwa kemanusiaan. Kalau ada masyarakat yang sedang kesulitan, saya menyuarakannya,” ujar Ridwan saat diwawancarai.
Sebelumnya, warga Kampung Cipamutih, Desa Kubang, Kecamatan Pasirkuda, itu mengaku telah mengonfirmasi pelaksanaan program berobat gratis kepada pihak humas RSUD Sayang pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Menurut Ridwan, pihak rumah sakit saat itu menyampaikan bahwa program tersebut belum berjalan dengan baik. Namun, pihak RSUD Sayang membantah pernah menyatakan pelayanan program tersebut tidak berjalan.
Humas RSUD Sayang Cianjur, Raya Sandi, menegaskan rumah sakit siap melayani pasien sesuai ketentuan program pelayanan gratis kelas III dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Untuk pelayanan, kita pasti layani. Kelas III gratis kita layani, cuman terkait administratifnya saja,” kata Sandi.
Ia menjelaskan, masyarakat perlu memastikan persyaratan administrasi dan mekanisme pelayanan agar dapat mengakses program tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.
Terkait kegaduhan yang terjadi, Sandi membantah pihak rumah sakit memberikan izin kepada Ridwan untuk merekam di area rumah sakit.
Menurutnya, petugas telah mengingatkan Ridwan mengenai aturan perekaman untuk melindungi privasi pasien dan tenaga kesehatan.
Raya juga mengatakan pihak rumah sakit menerima komunikasi terkait video yang beredar di media sosial untuk mengklarifikasi persoalan tersebut.
- Penulis: Zayu





Saat ini belum ada komentar