Polri dan FKDB Tanam Benih Jagung Hybrida untuk Dukung Ketahanan Pangan
- account_circle Admin
- calendar_month Kam, 19 Des 2024

“Kolaborasi ini penting agar semua pihak mendapatkan manfaat, dan ke depannya kita tidak perlu lagi mengimpor jagung,” tambahnya.
Untuk Itu, Pol Edy memastikan program berjalan dengan baik dan bebas dari penyalahgunaan, Polri bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan Kejaksaan Agung.
“Melalui MOU pada April 2024, Polri membantu distribusi bibit dan alat pertanian. Jalur pengaduan juga telah dibuka untuk menindaklanjuti laporan dari kelompok tani,” tutur Irjen Pol Edy.
Sementara, Founder Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB), Ayep Zaki, menyatakan, bahwa program swasembada pangan yang diinisiasi oleh FKDB mengusung model kerja sama berbasis kemitraan dengan para petani.
“Model kemitraan ini memungkinkan kami menyediakan pupuk dan benih bagi para petani, sekaligus menjadi pembeli hasil panen mereka. Tidak ada sistem bagi hasil dalam kemitraan ini. Petani hanya perlu mengembalikan biaya pupuk dan benih yang diberikan, sementara kami membeli hasil panen berupa jagung,” jelas Ayep Zaki.
Ia menambahkan, keuntungan dari kemitraan tersebut sepenuhnya diberikan kepada petani. FKDB hanya memperoleh keuntungan dari penjualan pupuk, benih, dan selisih pembelian jagung, yang nominalnya hanya sekitar Rp200 per kilogram.
“Keuntungan FKDB hanya berasal dari penjualan pupuk, benih, serta pembelian jagung. Selebihnya, seluruh keuntungan diberikan kepada petani, yakni 100% dari hasil panen mereka,” tutupnya
- Penulis: Admin


