Breaking News
Beranda » Nasional » Petugas Setrum Buaya Saat Penanganan, Panji Petualang Kaget

Petugas Setrum Buaya Saat Penanganan, Panji Petualang Kaget

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jum, 18 Okt 2024

Cianjur.RuangPojok.com – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jabar mengaku menggunakan alat kejut kepada buaya saat penanganan sudah sesuai prosedur, karena keterbatasan alat.

Pantauan di lapangan, dari cara evakuasi dinilai ekstrim, pasalnya, buaya disetrum terlebih dahulu menggunakan alat kejut listrik, sebelum buaya diseret menggunakan tambang ke daratan.

Akibatnya, banyak buaya mengalami luka dan stress juga kelelahan saat akan di masukan ke peti untuk di kirim keluar pulau.

Berdasarkan, buku panduan penanganan (Handling) satwa reptile yang diterbitkan oleh Direktorat Pencegahan dan Pengamanan Hutan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum LHK, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, berisikan tata cara penanganan hewan reptile jenis buaya, oleh karena itu, penanganan petugas evakuasi diduga tidak sesuai panduan yang dikeluarkan kementrian lingkungan hidup.

Agung Ferdiansyah, Kelompok Kerja (Pokja) Perlindungan dan Pengawetan BBKSDA Jabar, mengatakan, alasan petugas menggunakan alat kejut listrik agar mempermudah evakuasi, mengingat ukuran buaya mencapai 6 – 8 meter.

“dengan kondisi di lapangan seperti ini, obat biusnya terbatas, sehingga kita gunakan pakai alat kejut untuk memperlemah daya tahan buaya tersebut, karena tenaga buaya kuat sekali, Nanti baru kita bisa tutup mata buayanya itu terus baru kita ikat  kaki-kaki Buaya itu agar bisa kita angkut Nah karena ini ukurannya jumbo sehingga kita butuh eskavator untuk bisa ngangkut buaya itu ke darat,” kata Agung, saat ditemui dilokasi penangkaran buaya cianjur, Kamis, 17 Oktober 2024.

Lanjut Agung, mengingat ukuran buaya yang jumbo, dibutuhkan kurang lebih 8 orang mengangkut 1 ekor buaya jika menggunakan tandu.

“ya kita kadang peralatan terbatas pak, dengan cara pakai tali dan pakai alat kejut dan memakai karung untuk tutup matanya seperti itu, bisa saja kita tandu Tapi ukurannya jumbo kan untuk ngangkut 1 ekor buaya dibutuhkan 8 – 6 orang,” ujarnya.

  • Penulis: Admin
Tags

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cianjur Wajibkan Transaksi Non Tunai 2025, Bapenda Tegaskan Upaya Tutup Celah Penyimpangan Anggaran

    Cianjur Wajibkan Transaksi Non Tunai 2025, Bapenda Tegaskan Upaya Tutup Celah Penyimpangan Anggaran

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • account_circle Ikbal
    • 0Komentar

    RUANGPOJOK.COM – Pemerintah Kabupaten Cianjur mulai menyiapkan penerapan transaksi non tunai untuk seluruh aktivitas keuangan daerah pada 2025. Kebijakan ini disosialisasikan Badan Keuangan Daerah (BKAD) dan dihadiri Sekretaris Bapenda Cianjur Nevi Aprilia di Ruang Rapat BKAD, Selasa, 11 November 2025. Sosialisasi tersebut terungkap melalui unggahan resmi Instagram @bapenda.cianjur pada Kamis, 13 November 2025. Dalam keterangan […]

  • Tegur Pengendara Lewati Jalan Cor Basah, Warga Cijati Dikeroyok hingga Luka Bacok

    Tegur Pengendara Lewati Jalan Cor Basah, Warga Cijati Dikeroyok hingga Luka Bacok

    • calendar_month Jum, 31 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    RUANGPOJOK.COM – Seorang warga Desa Sukaluyu, Kecamatan Cijati, Kabupaten Cianjur, menjadi korban pengeroyokan setelah menegur pengendara motor yang melintas di jalan baru dicor. Korban bernama Joko Wasido (53) berprofesi supir ambulance, mengalami luka bacok di punggung, paha kanan, dan kaki kiri.   Kapolsek Kadupandak Polres Cianjur, AKP Deden Hermansyah, mengatakan peristiwa itu terjadi di Kampung […]

  • Skandal Program MBG, Partai Nasdem Cianjur Tak Ikut Campur

    Skandal Program MBG, Partai Nasdem Cianjur Tak Ikut Campur

    • calendar_month Rab, 23 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    RUANGPOJOK.COM – Ketua DPD Partai NasDem Cianjur, Onnie S Sandi, menegaskan bahwa partainya tidak terlibat dalam insiden dugaan keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa puluhan pelajar MAN 1 Cianjur dan SMP PGRI 1 Cianjur. Onnie menyatakan meskipun Ridwan Abdulloh merupakan Pengurus Partai NasDem Cianjur, keterlibatannya dalam program MBG bersifat pribadi. “Ridwan berperan secara […]

  • Siswa SDN Karyatunggal Belajar di Tengah Ancaman Tanah Bergerak dan Ruang Ambruk

    Siswa SDN Karyatunggal Belajar di Tengah Ancaman Tanah Bergerak dan Ruang Ambruk

    • calendar_month Kam, 4 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    RUANGPOJOK.COM – Ratusan siswa SDN Karyatunggal, Desa Neglasari, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, terpaksa belajar di kelas yang rusak parah dan retak akibat pergeseran tanah. Puluhan tahun, ancaman itu dibiarkan tanpa realisasi bantuan rehab dari pemerintah kabupaten Cianjur. Kondisi darurat itu memicu kecemasan serius di kalangan orang tua akan keselamatan anak-anak mereka. Kekhawatiran utama adalah kerusakan […]

  • Gubernur Jabar Perintahkan Penutupan Seluruh Tambang Ilegal di Cianjur

    Gubernur Jabar Perintahkan Penutupan Seluruh Tambang Ilegal di Cianjur

    • calendar_month Sab, 12 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    RUANGPOJOK.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta Bupati Cianjur menindak tegas seluruh tambang galian C ilegal di wilayah tersebut. Pernyataan ini disampaikan kepada awak media usai launching program ‘nyaah ka indung’, di pendopo Cianjur, pada Jumat, 11 April 2025. Dedi Mulyadi, atau Akrab sapaan ‘Bapak Aink’ menegaskan bahwa seluruh tambang galian C yang beroperasi […]

  • Polres Cianjur Imbau Sekolah dan Instansi Laporkan Oknum Wartawan Pelaku Pemerasan

    Polres Cianjur Imbau Sekolah dan Instansi Laporkan Oknum Wartawan Pelaku Pemerasan

    • calendar_month Rab, 19 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    RUANGPOJOK.com – Satreskrim Polres Cianjur terus mendalami kasus dugaan pemerasan yang melibatkan seorang oknum wartawan berinisial M. Polisi tidak menutup kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam kasus serupa. Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto, menyatakan bahwa tersangka M telah menjalani penahanan selama 11 hari. Meski demikian, polisi belum menetapkan tersangka lain dalam Daftar Pencarian […]

expand_less