Perkim Cianjur Rencanakan Pembangunan SPAM 2026, Fokus Wilayah Selatan dan Pedesaan
- account_circle Ikbal
- calendar_month 17 jam yang lalu

Foto Istimewa : Dinas Perumahan dan Pemukiman Cianjur
RUANGPOJOK.COM – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Cianjur merencanakan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pada 2026.
Program ini diprioritaskan untuk wilayah pedesaan, khususnya daerah yang belum memiliki akses air bersih, berdasarkan hasil survei teknis dan administrasi.
Kepala Bidang Air Minum dan Sanitasi (ASM) Perkim Cianjur, Agung Deli Sahputra menjelaskan, dasar perencanaan SPAM 2026 berasal dari hasil survei lapangan atas usulan desa dan masyarakat yang membutuhkan jaringan air bersih.
“Dasar perencanaannya dari hasil survei berdasarkan ajuan desa atau masyarakat yang meminta jaringan. Kami pastikan dulu secara teknis dan administratif, mulai dari kualitas air, debit air, hingga kepemilikan sumber airnya. Setelah itu baru dibuatkan perencanaan,” ujarnya kepada ruangpojok.com, Senin, 23 Februari 2026.
Ia menegaskan, setiap lokasi yang diusulkan telah melalui kajian teknis, termasuk kelayakan sumber air baku.
Jika tersedia mata air dengan debit mencukupi, maka akan dimanfaatkan untuk didistribusikan ke sambungan rumah (SR).
Namun, jika tidak tersedia, opsi pengeboran sumur dalam akan dilakukan setelah kajian kedalaman muka air tanah.
Untuk 2026, Perkim Cianjur memprioritaskan pengembangan SPAM di wilayah pedesaan.
Sejumlah daerah yang masuk rencana pembangunan antara lain Kecamatan Takokak, Naringgul, Kadupandak, Cidaun, serta Cempaka Mulya dan wilayah lainnya yang tersebar di Cianjur Selatan.
“Fokusnya memang di pedesaan, terutama wilayah yang mengajukan dan belum memiliki akses air minum layak. SPAM ini bagian dari standar pelayanan minimal (SPM), jadi masyarakat yang belum terlayani biasanya langsung mengajukan,” katanya.
Terkait kegiatan, terbagi dalam lima sub-kegiatan, meliputi pembangunan jaringan perpipaan, non-perpipaan, serta kegiatan sanitasi seperti pengelolaan limbah domestik.
Dari sisi target layanan, Perkim menargetkan sekitar 1.000 sambungan rumah pada 2026.
Jumlah produksi debit air di setiap lokasi akan berbeda, tergantung kondisi dan potensi sumber air setempat.
“Debit airnya berbeda-beda, tergantung lokasi. Semua sudah dihitung dalam perencanaan sesuai hasil survei,” pungkasnya.
- Penulis: Ikbal


