Leuit Rusak Tak Terawat, Kampung Pandanwangi Kembali Serap APBD Rp5,2 Miliar di Tahun 2026
- account_circle Ikbal
- calendar_month Sab, 6 Jun 2026

Gambar Redaksi : Salah satu patung ikonik di Kampung Pandanwangi, Kabupaten Cianjur, yang menampilkan sosok anak penggembala menaiki kerbau.
“Kalaupun ada wisatawan yang mau datang ke sana, itu tidak akan nyaman. Sudah bangunan rusak. Jadi sehingga memang itu sudah dihapuskan, kami membangun yang baru,” ungkap Yudha.
Paket pekerjaan konstruksi tahun 2026 itu mencakup pembangunan rumah adat, restoran Pandanwangi, leuit, boardwalk, gazebo, dan bangunan pertunjukan.
Pemerintah juga menambahkan fasilitas pendukung untuk meningkatkan daya tarik kawasan wisata tersebut.
“Yang sekarang Rp4,3 Milyar ini merupakan perbaikan atau pembangunan kembali rumah adat yang sudah hancur. Yang ada dekat skywalk, termasuk dengan leuit sudah hancur semua,” ujar Yudha.
Dinas Pariwisata melanjutkan pembangunan karena Kampung Pandanwangi belum berkembang optimal sebagai destinasi unggulan daerah.
Pemerintah menargetkan kawasan tersebut menjadi pusat wisata budaya yang mengangkat identitas beras Pandanwangi khas Cianjur.
Sejak 2017, Kampung Pandanwangi telah menerima dukungan anggaran dari berbagai sumber.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengelolaan kawasan wisata tersebut.
Menurutnya, Pemkab Cianjur berencana menggandeng pihak ketiga untuk mengelola kawasan setelah pembangunan selesai.
“Kami merencanakan bahwa untuk pengelolaan kawasan pandanwangi ini akan diserahkan kepada pihak ketiga yang lebih profesional, yang lebih menguasai kaitan dengan tata kelola penginapan, wisatawan dan sebagainya,” tambahnya.
Langkah tersebut menjadi evaluasi atas kerusakan sejumlah bangunan yang sebelumnya tidak memperoleh perawatan memadai.
- Penulis: Ikbal

