GPM di Cilaku Diserbu Warga, Dinas Akui Stok Terbatas dan Logistik Jadi Kendala
- account_circle Najib
- calendar_month 2 jam yang lalu

Gambar Redaksi : (Plt) Kepala Dinas Pangan Cianjur, Firman Edi, bersama Kepala Desa Munjul, Yoyo Kuswoyo di kegiatan GPM di Desa Munjul Kecamatan Cilaku
Meski begitu, ia mengakui pelaksanaan di lapangan masih menghadapi tantangan.
“Biarlah, program negara yang pertama kali pasti tidak luput dari kelemahan dan kekurangan. Inilah peran pemerintah daerah dan desa, mengisi kekosongan yang terlalu ‘manis’ di atas kertas. Yang penting, kami di lapangan terus mendukung dengan edukasi,” katanya.
Ia menambahkan, edukasi kepada masyarakat terus dilakukan agar warga memahami keterbatasan program serta fungsi koperasi desa.
“Kami beri pemahaman, jangan kaget kalau stok terbatas. Ini proses,” tambah Firman.
Sementara itu, Kepala Desa Munjul, Yoyo Kuswoyo, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Namun, ia meminta pemerintah menambah kuota karena tingginya antusiasme warga.
“Kami apresiasi kehadiran Dinas Pangan. Tapi ke depan, kami minta kuota ditambah karena warga Munjul dan sekitarnya sangat antusias. Jangan sampai gerakan pangan murah malah menimbulkan antrean panjang karena stok habis dalam hitungan jam,” ujar Yoyo.
Di lokasi kegiatan, warga tampak memadati gedung koperasi desa untuk membeli bahan pokok. Namun, panitia beberapa kali mengingatkan bahwa stok terbatas sehingga tidak semua warga dapat terlayani.
Kondisi ini menunjukkan bahwa program stabilisasi harga pangan masih menghadapi persoalan klasik, yakni keterbatasan rantai pasok dan distribusi.
Tanpa perbaikan logistik yang menyeluruh, program Gerakan Pangan Murah berpotensi hanya menjadi solusi sementara yang belum menyentuh akar persoalan mahalnya harga pangan.
- Penulis: Najib
- Editor: Ikbal





















































