GPM di Cilaku Diserbu Warga, Dinas Akui Stok Terbatas dan Logistik Jadi Kendala
- account_circle Najib
- calendar_month 1 jam yang lalu

Gambar Redaksi : (Plt) Kepala Dinas Pangan Cianjur, Firman Edi, bersama Kepala Desa Munjul, Yoyo Kuswoyo di kegiatan GPM di Desa Munjul Kecamatan Cilaku
RUANGPOJOK.COM – Dinas Pangan Kabupaten Cianjur menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Koperasi Desa Merah Putih, Desa Munjul, Kecamatan Cilaku, Rabu, 8 April 2026, guna menstabilkan harga pangan.
Namun, pelaksanaan program ini terkendala keterbatasan logistik dan kuota distribusi.
Dinas Pangan Kabupaten Cianjur langsung mengakui keterbatasan dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM), terutama pada aspek ketersediaan logistik.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pangan Cianjur, Firman Edi, menyebut distribusi pangan dari Bulog masih terbatas sehingga belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat.
“Memang sudah ada aturan soal HET. Tapi secara bertahap, kami akui ada kelemahan. Ketersediaan logistik dari Bulog, misalnya, untuk Jawa Barat juga terbatas. Di sini kami hanya bisa menyiapkan sesuai jumlah anggota koperasi. Kalau anggotanya 1.000 ya harus ada kuota 1.000. Tidak lebih,” ujar Firman di sela kegiatan.
Firman menjelaskan, pemerintah menawarkan harga beras sekitar Rp12.000 hingga Rp12.500 per kilogram dan minyak goreng premium Rp16.000 per liter.
Harga tersebut lebih rendah dari pasar. Namun demikian, pembelian dibatasi agar tidak terjadi penimbunan.
“Kami tidak mau masyarakat memborong. Ini hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar, bukan untuk spekulasi,” tegasnya.
Selain itu, Firman menegaskan program ini merupakan instruksi nasional dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk menggerakkan koperasi desa.
- Penulis: Najib
- Editor: Ikbal





















































