Disporabudpar Kota Tasikmalaya Perkuat Pelestarian Budaya Lewat Kibar Budaya 2026 di Situ Beet
- account_circle Saefudin zuhri
- calendar_month 2 menit yang lalu

Gambar Istimewa : Helaran budaya Kibar Budaya 2026 di Situ Beet, Kota Tasikmalaya, menghadirkan penampilan memukau dari para penari muda dengan balutan busana tradisional dan ornamen khas Sunda.
Program tersebut mengangkat kembali sejarah Situ Beet sebagai sentra kerajinan anyaman bambu yang menjadi bagian dari identitas Kota Tasikmalaya.
Di sisi lain, pengunjung juga disuguhkan berbagai pertunjukan seni. Salah satu penampilan yang menarik perhatian berasal dari Atayasa bersama Sanggar Tari Sekar Manis.
Sanggar Tari Sekar Manis di bawah pimpinan Momon menampilkan tarian yang memadukan tradisi Sunda dengan kreativitas generasi muda.
Penampilan tersebut mencerminkan regenerasi pelaku seni sekaligus menunjukkan peran sanggar dalam melahirkan penari berbakat.
Tidak hanya menampilkan kesenian, Disporabudpar juga memanfaatkan kegiatan ini untuk memperkuat promosi wisata budaya di kawasan Situ Beet.
Pasalnya, pemerintah menilai Situ Beet memiliki nilai sejarah, budaya, serta potensi ekonomi kreatif yang layak dikembangkan secara berkelanjutan.
Karena itu, melalui sinergi dengan DKKT, Disporabudpar terus memperkuat pembinaan komunitas seni, regenerasi pelaku budaya, dan pengembangan produk kreatif berbasis budaya.
Sejalan dengan itu, Kibar Budaya 2026 juga mendukung implementasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Regulasi tersebut menegaskan peran pemerintah daerah dalam melindungi, mengembangkan, memanfaatkan, dan membina kebudayaan.
Ke depan, Disporabudpar berharap kegiatan ini mampu menjaga warisan budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Dengan demikian, Kibar Budaya 2026 diharapkan menjadi agenda budaya tahunan yang memperkuat identitas Kota Tasikmalaya sebagai daerah yang kaya tradisi, seni, dan budaya.
- Penulis: Saefudin zuhri
- Editor: Ikbal

