Bupati Cianjur Janji Evaluasi Proyek JIAT BBWS Agrabinta, Bangunan Rusak Sebelum Diserahterimakan
- account_circle Ikbal
- calendar_month 5 menit yang lalu

Gambar Redaksi : Bupati Cianjur, Muhamad Wahyu Ferdian saat memberikan sambutan di kegiatan HJC ke-349
Akibatnya, petani tetap kesulitan mendapatkan air untuk mengairi sawah. Kondisi itu menghambat aktivitas pertanian saat musim kemarau mulai berlangsung.
Padahal, proyek JIAT bertujuan menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian ketika curah hujan menurun.
Informasi yang dihimpun menyebut nilai proyek JIAT di Desa Mekarsari diperkirakan mencapai sekitar Rp1,2 miliar.
Namun, pelaksanaan proyek diduga menyisakan sejumlah persoalan. Kelompok tani mengaku mengeluarkan dana ratusan juta rupiah untuk material dan operasional pekerjaan.
Mereka juga menduga terjadi keterlambatan pembayaran dari pelaksana kepada pihak yang mengerjakan proyek di lapangan.
Persoalan serupa disebut muncul pada proyek JIAT di Desa Mekarlaksana, Kecamatan Sindangbarang.
Petani mendesak BBWS memeriksa kualitas pekerjaan secara menyeluruh. Mereka meminta seluruh kerusakan diperbaiki sebelum proyek diserahterimakan.
Warga berharap evaluasi yang dijanjikan Bupati menghasilkan langkah nyata. Mereka ingin jaringan irigasi segera berfungsi untuk mengurangi dampak kekeringan terhadap lahan pertanian.
- Penulis: Ikbal

