Breaking News
Beranda » Jawa Barat » Bendung Cihea Simpan Cerita Mistis, Dari Tradisi Sesajen Hingga Bunyi Gamelan Malam Hari

Bendung Cihea Simpan Cerita Mistis, Dari Tradisi Sesajen Hingga Bunyi Gamelan Malam Hari

  • account_circle Ikbal
  • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

🌐 Bahasa

Data teknis mencatat Bendung Cisokan telah ada sejak sekitar 1880 dan mengalami sejumlah renovasi hingga menjadi bendung permanen.

Pada papan informasi bendung, tahun 1897 tercantum sebagai tahun pendirian.

Hendra mengatakan sistem pengairan tersebut hingga kini tetap menjadi bagian penting bagi kebutuhan pertanian masyarakat.

“Kalau bendungannya mulai beroperasinya itu dari tahun 1897. Mungkin pengerjaannya sebelum tahun itu sudah mulai dikerjakan,” ujar Hendra.

Dari sisi fungsi, sistem DI Cihea memiliki cakupan pelayanan sekitar 5.484 hektare areal pertanian.

Wilayah layanan tersebut mencakup Kecamatan Bojongpicung, Haurwangi, dan Ciranjang.

Data teknis DI Cihea menunjukkan jaringan tersebut memiliki dua bendung dan 405 bangunan irigasi.

Jaringan itu juga terdiri atas 146 petak tersier yang mengatur distribusi air ke lahan pertanian.

Pembagian wilayah irigasi dilakukan dalam tiga golongan. Golongan I melayani sekitar 1.863 hektare di Bojongpicung.

Sementara, Golongan II mencakup sekitar 1.852 hektare di Haurwangi. Dan untuk Golongan III melayani sekitar 1.769 hektare di Ciranjang.

Secara teknis, fungsi utama Bendung Cihea tetap berkaitan dengan pengelolaan air untuk pertanian.

“Enggak ada, soalnya ini khusus untuk pertanian,” ujar Hendra ketika ditanya mengenai keberadaan pembangkit listrik tenaga air di lokasi tersebut.

Sistem DI Cihea memperoleh sumber air dari jaringan Sungai Cisokan dan Sungai Ciranjang.

Berdasarkan dokumen teknis, sekitar 3.292 hektare memperoleh pasokan dari Bendung Cisokan.

Sedangkan sekitar 2.192 hektare mendapat pasokan air dari Bendung Ciranjang. Pasokan tersebut menjadi semakin penting ketika memasuki musim kemarau, saat debit air mulai menurun.

 

Hendra mengatakan debit air dapat mengalami penurunan hingga sekitar 1,6 meter kubik per detik.

Kondisi tersebut membuat pengelola menerapkan sistem pembagian air secara bergilir.

Langkah itu dilakukan agar pasokan tetap menjangkau wilayah pertanian yang dilayani.

“Ya, kita bagi jadwal: dua hari Golongan 1, dua hari Golongan 2, dua hari Golongan 3 supaya air itu tersampaikan ke para petani, ke sawah-sawah, ke petak-petak,” jelasnya.

Sistem gilir giring tersebut menjadi strategi ketika debit air tidak mencukupi kebutuhan seluruh jaringan secara bersamaan.

Hendra juga mengatakan selama bertugas sejak 2011, tidak ada kejadian korban jiwa di lokasi bendung.

Sementara cerita mengenai kejadian pada masa lampau ia ketahui dari cerita masyarakat.

“Kalau pas mulai saya bekerja di sini alhamdulillah sampai sekarang enggak ada,” katanya.

Lebih dari satu abad setelah pembangunan awal sistem irigasinya, DI Cihea masih memiliki peran penting bagi pertanian Cianjur.

Jaringan tersebut bukan hanya menjadi infrastruktur pengairan, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah perkembangan pertanian masyarakat di Bojongpicung, Haurwangi, dan Ciranjang.

Di tengah perubahan zaman, Bendung Cihea tetap menjalankan fungsi utamanya yakni mengatur aliran air agar sawah tetap mendapatkan pasokan.

Sementara cerita sejarah, tradisi, dan kisah masyarakat yang menyertainya menjadi bagian lain dari perjalanan panjang infrastruktur pengairan tersebut.

Dilarang mengutip, menyalin, atau menayangkan ulang sebagian maupun seluruh isi berita ini untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi RuangPojok.com.
  • Penulis: Ikbal
  • Editor: Robby

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiga Hari Menghilang, Mahasiswa Asal Jakarta Ditemukan Tewas di Laut Sukabumi

    Tiga Hari Menghilang, Mahasiswa Asal Jakarta Ditemukan Tewas di Laut Sukabumi

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Linda
    • 0Komentar

    🌐 Bahasa 🇮🇩 ID 🇺🇸 EN 🇨🇳 中文 🇯🇵 JP “Bapak Kapolres menyampaikan duka cita kepada keluarga korban serta apresiasi kepada seluruh tim,” ujar Dadi. Polres Sukabumi turut membantu keluarga korban dalam proses pemulasaraan hingga pemulangan jenazah. Paman korban, Abdul Mutolib, mengapresiasi seluruh pihak yang membantu pencarian selama tiga hari. Temukan lebih banyak BPBD Kota […]

  • Ruang Kelas SDN Karyasakti Cibeber Rusak, Siswa Belajar Bergilir

    Ruang Kelas SDN Karyasakti Cibeber Rusak, Siswa Belajar Bergilir

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    🌐 Bahasa 🇮🇩 ID 🇺🇸 EN 🇨🇳 中文 🇯🇵 JP Menanggapi kerusakan SDN Karyasakti, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Arifin, mengakui masih banyak sekolah dasar yang kekurangan ruang belajar. Namun, anggaran terbatas menjadi hambatan utama. “Permasalahan ini tidak hanya terjadi di Cibeber, tapi hampir di seluruh wilayah. Kami berupaya […]

  • Upacara Harkitnas ke-118 di Sukabumi, Bupati Ajak Jaga Generasi Muda dan Kedaulatan Digital

    Upacara Harkitnas ke-118 di Sukabumi, Bupati Ajak Jaga Generasi Muda dan Kedaulatan Digital

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Linda
    • 0Komentar

    🌐 Bahasa 🇮🇩 ID 🇺🇸 EN 🇨🇳 中文 🇯🇵 JP Program tersebut meliputi Makan Bergizi Gratis, pembangunan Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat. Pemerintah juga memperkuat ekonomi desa melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Program itu mempermudah akses masyarakat terhadap pupuk, permodalan, distribusi hasil panen, dan […]

  • Reses DPRD Cianjur, Lina Agustina Serap Aspirasi Masyarakat di Empat Kecamatan

    Reses DPRD Cianjur, Lina Agustina Serap Aspirasi Masyarakat di Empat Kecamatan

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    🌐 Bahasa 🇮🇩 ID 🇺🇸 EN 🇨🇳 中文 🇯🇵 JP “Permintaan PJU cukup banyak, terutama di titik rawan saat malam hari,” ujar Lina. Meski baru duduk sebagai legislator periode ini, Lina mengklaim sudah merealisasikan aspirasi warga. Temukan lebih banyak BPBD Kota Tasikmalaya Kembali Distribusikan Air Bersih ke Sambongpari › Tiang Kabel Internet Miring Nyaris Roboh, […]

  • Polda Jabar Ungkap Modus Korupsi Rp2 Miliar di Karawang, Kelompok Fiktif Jadi Kedok

    Polda Jabar Ungkap Modus Korupsi Rp2 Miliar di Karawang, Kelompok Fiktif Jadi Kedok

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    🌐 Bahasa 🇮🇩 ID 🇺🇸 EN 🇨🇳 中文 🇯🇵 JP Dana yang seharusnya masuk ke rekening kelompok petani dialihkan ke rekening para pengurus. Uang itu kemudian dihimpun kembali dan dipakai untuk kepentingan pribadi. Untuk menutupi jejak, para tersangka juga membuat laporan pertanggungjawaban palsu dan memalsukan surat keterangan desa. “Seluruh mekanisme administrasi dimanipulasi, mulai dari tahap […]

  • Pendopo Cianjur Dikunjungi Bupati Terpilih Mohamad Wahyu, Kegembiraan Terasa

    Pendopo Cianjur Dikunjungi Bupati Terpilih Mohamad Wahyu, Kegembiraan Terasa

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    🌐 Bahasa 🇮🇩 ID 🇺🇸 EN 🇨🇳 中文 🇯🇵 JP “Area yang paling saya sukai Bale Wiwaha yang mana dijadikan tempat-tempat untuk latihan seperti yang kita lihat hari ini, seperti latihan karete dan tari jaipong, dan nanti juga anak saya akan latihan disini,” katanya. Mengenai persiapan pelantikan, Bupati Terpilih perawakan gagah ini telah mempersiapkan pakaian […]

expand_less
STATISTIK PENGGUNA
Aktivitas pembaca RuangPojok.com
VIEWER HARI INI
133
Aktif hari ini
TOTAL VIEWER
462,314
Total tayangan
TOTAL PENGUNJUNG
71,954
Pengunjung unik