Bank Tanah Garap Reforma Agraria di Cianjur, 203 Hektare Lahan Negara Disiapkan untuk Pemberdayaan Warga
- account_circle Ikbal
- calendar_month Rab, 31 Des 2025

Gambar Istimewa : pemanfaatan lahan negara di batulawang dalam program Reforma Agraria untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa.
Selain sektor utama, penguatan ekonomi juga menyasar pengembangan UMKM berbasis potensi lokal yang dimiliki desa.
Pengembangan kawasan juga diarahkan pada sektor ekowisata serta wisata edukasi desa yang mendukung ekonomi berkelanjutan.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Bank Tanah, Hakiki Sudrajat, menegaskan komitmen pemanfaatan lahan negara secara legal dan aman.
Ia menyebutkan nota kesepahaman telah ditandatangani bersama Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk menjamin keberlanjutan pengelolaan lahan.
“Lahan ini sebagian besar sudah menjadi kawasan permukiman warga, tetapi masih terdapat area yang memiliki harapan besar untuk dikembangkan sebagai lahan pertanian,” ujar Hakiki, Rabu, 31 Desember 2025.
Ia menjelaskan lahan seluas 203 hektare tersebut tidak hanya diperuntukkan sebagai kawasan hunian masyarakat desa.
Lahan negara tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk sektor pertanian, ekowisata, serta berbagai kegiatan produktif lainnya sesuai potensi wilayah.
Sementara itu, Bupati Cianjur Muhammad Wahyu menyatakan pemerintah daerah siap mendukung optimalisasi pemanfaatan lahan negara.
Dukungan tersebut diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat desa secara berkelanjutan dan merata.
“Kami berharap lahan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya. Masyarakat bisa menggarap lahan dengan aman, dan pada akhirnya meningkatkan perekonomian mereka,” kata Wahyu.
Ke depan, Bank Tanah akan memperkuat pendampingan melalui pelatihan, akses pasar, dan kolaborasi multipihak lintas sektor.
Langkah tersebut diharapkan menjadikan Reforma Agraria di Cianjur berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan ekonomi lokal.
- Penulis: Ikbal

























