APMCS Geruduk Proyek JIAT BBWS di Agrabinta, Temukan Dugaan Kerusakan dan Pekerjaan Belum Tuntas
- account_circle Ikbal
- calendar_month 3 jam yang lalu

Gambar Istimewa : APMCS dan perwakilan kelompok tani meninjau ulang proyek JIAT yang dibangun di Agrabinta.
“Informasi yang kami terima, nilai proyek dari BBWS sekitar Rp1,2 miliar. Namun masyarakat yang meminjamkan modal hanya menerima sekitar Rp404 juta,” ujarnya.
Ia menyebut pelaksana proyek hingga kini belum melunasi sisa pinjaman modal kepada masyarakat. Kondisi tersebut dinilai merugikan warga yang sejak awal mendukung pembangunan.
Selain persoalan pembayaran, kelompok tani menduga terdapat pekerjaan konstruksi yang tidak sesuai spesifikasi. Dugaan itu muncul setelah beberapa bangunan mengalami kerusakan.
Petani juga mencatat jaringan pipa sempat jebol saat dilakukan uji coba.
“Ketika dilakukan uji coba, pipanya jebol. Dugaan kami menggunakan pipa PVC biasa, bukan material yang sesuai spesifikasi proyek,” kata Sarana.
Ia menambahkan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBWS, Dadan, disebut pernah meninjau proyek dan menemukan penggunaan material yang diduga tidak sesuai.
APMCS menilai pengawasan terhadap pelaksanaan proyek masih perlu diperkuat. Mereka meminta BBWS melakukan audit menyeluruh terhadap proyek JIAT di Agrabinta dan wilayah lainnya di Jawa barat.
Selain audit, mereka mendesak pelaksana segera menyelesaikan kewajiban pembayaran kepada masyarakat, memperbaiki bangunan yang rusak, serta menuntaskan seluruh pekerjaan sesuai kontrak.
Sebelumnya, proyek JIAT di Agrabinta telah menuai protes dari petani karena dinilai belum berfungsi optimal. Sejumlah petani bahkan menyegel bangunan proyek sebagai bentuk kekecewaan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak BBWS maupun pelaksana proyek yang diduga dikerjakan CV Cipta Pratama belum memberikan tanggapan resmi atas berbagai temuan dan dugaan yang disampaikan kelompok tani.
- Penulis: Ikbal

