Soroti Berobat Gratis KDM Sambil Ngonten, Aktivis Cianjur Selatan Terlibat Kegaduhan di RSUD Sayang
- account_circle Zayu
- calendar_month 37 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

(foto: Ilustrasi Gemini AI) Ridwan, yang dikenal dengan nama Aktivis Cianjur Selatan, datang untuk mempertanyakan pelaksanaan program tersebut. Namun, kedatangannya memicu ketegangan setelah petugas rumah sakit melarangnya merekam di area pelayanan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
RUANGPOJOK.com – Program berobat gratis kelas III yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi sorotan setelah konten kreator asal Pasirkuda, Muhammad Ridwan, terlibat kegaduhan di RSUD Sayang Cianjur, Jumat, 16 Oktober 2026.
Ridwan, yang dikenal dengan nama Aktivis Cianjur Selatan, datang untuk mempertanyakan pelaksanaan program tersebut. Namun, kedatangannya memicu ketegangan setelah petugas rumah sakit melarangnya merekam di area pelayanan.
Ridwan mengaku keberatan dengan larangan tersebut. Ia merasa mendapat perlakuan berbeda dibandingkan orang lain yang juga melakukan perekaman di lingkungan rumah sakit.
Ia mengatakan kedatangannya bertujuan menyuarakan keluhan masyarakat yang kesulitan mengakses layanan kesehatan, terutama warga yang tidak memiliki BPJS Kesehatan atau kepesertaannya tidak aktif.
“Saya punya jiwa kemanusiaan. Kalau ada masyarakat yang sedang kesulitan, saya menyuarakannya,” ujar Ridwan saat diwawancarai.
Sebelumnya, warga Kampung Cipamutih, Desa Kubang, Kecamatan Pasirkuda, itu mengaku telah mengonfirmasi pelaksanaan program berobat gratis kepada pihak humas RSUD Sayang pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Menurut Ridwan, pihak rumah sakit saat itu menyampaikan bahwa program tersebut belum berjalan dengan baik. Namun, pihak RSUD Sayang membantah pernah menyatakan pelayanan program tersebut tidak berjalan.
Humas RSUD Sayang Cianjur, Raya Sandi, menegaskan rumah sakit siap melayani pasien sesuai ketentuan program pelayanan gratis kelas III dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Untuk pelayanan, kita pasti layani. Kelas III gratis kita layani, cuman terkait administratifnya saja,” kata Sandi.
Ia menjelaskan, masyarakat perlu memastikan persyaratan administrasi dan mekanisme pelayanan agar dapat mengakses program tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.
Terkait kegaduhan yang terjadi, Sandi membantah pihak rumah sakit memberikan izin kepada Ridwan untuk merekam di area rumah sakit.
Menurutnya, petugas telah mengingatkan Ridwan mengenai aturan perekaman untuk melindungi privasi pasien dan tenaga kesehatan.
Raya juga mengatakan pihak rumah sakit menerima komunikasi terkait video yang beredar di media sosial untuk mengklarifikasi persoalan tersebut.
Pihaknya meminta Ridwan menunjukkan pasien yang disebut belum memperoleh pelayanan sesuai program.
- Penulis: Zayu





Saat ini belum ada komentar