13.261 SPPG Belum Lolos SPS Kedua, Terancam Ditutup BGN
- account_circle Ikbal
- calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gambar Istimewa : Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
RUANGPOJOK.COM – Sebanyak 13.261 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) belum memperoleh Surat Penetapan Sementara (SPS) kedua dari Badan Gizi Nasional (BGN).
BGN masih memeriksa ribuan dapur tersebut untuk menentukan kelayakan mereka melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala BGN Sudaryono mengatakan pihaknya akan memberikan SPS kedua kepada SPPG yang memenuhi seluruh persyaratan.
Sebaliknya, BGN akan menutup dapur yang terbukti tidak mampu memenuhi persyaratan mendasar penyelenggaraan MBG.
โKalau ada hal-hal mendasar yang tidak bisa dipenuhi, maka dengan sangat terpaksa tindakan tegas harus kami lakukan,โ kata Sudaryono di Jakarta, Jum’at, 11 September 2026.
BGN sebelumnya memberikan SPS pertama kepada 27.022 SPPG yang tersebar di seluruh Indonesia.
Setelah melakukan validasi ulang, BGN memberikan SPS kedua kepada 13.761 SPPG.
Jumlah tersebut menunjukkan sekitar separuh SPPG penerima SPS pertama telah memenuhi hasil evaluasi BGN.
Sementara itu, BGN belum memberikan SPS kedua kepada 13.261 SPPG lainnya karena masih membutuhkan pemeriksaan lebih detail.
Sudaryono mengatakan BGN mengevaluasi ketepatan sasaran penyaluran, kepatuhan tata kelola, serta akuntabilitas laporan keuangan.
BGN juga memeriksa kemampuan dapur dalam menjamin keamanan pangan dan kandungan gizi makanan yang mereka produksi.
Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) menjadi salah satu persyaratan yang mendapat perhatian dalam evaluasi tersebut.
BGN juga akan memeriksa standar dapur dan kepatuhan pengelola terhadap prosedur operasional yang telah ditetapkan.
- Penulis: Ikbal





Saat ini belum ada komentar