Jeritan di Balik Seragam Putih Biru: Malam Kelam yang Membekas di Jiwa Siswi SMP di Cianjur
- account_circle Ikbal
- calendar_month 2 jam yang lalu

Gambar Ilustrasi : Cerita siswi SMP yang diperlakukan tidak senonoh oleh oknum guru di cianjur
RUANGPOJOK.COM – Malam kegiatan ekstrakurikuler yang seharusnya menjadi momen belajar dan kebersamaan berubah menjadi pengalaman mencekam bagi inisial Mawar (15), siswi SMP di Kabupaten Cianjur, setelah diduga mengalami perlakuan tak pantas yang kini menyisakan trauma mendalam.
Peristiwa itu terjadi saat Mawar mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di Kecamatan Sindangbarang.
Ia berangkat bersama teman-temannya dengan penuh semangat, membayangkan pengalaman baru di luar ruang kelas. Namun, harapan itu runtuh, berganti dengan ketakutan yang membekas seperti bayangan panjang yang tak kunjung hilang.
Awalnya, rombongan diinformasikan akan menginap di Gedung PGRI. Namun, situasi berubah.
Mawar dipisahkan dari kelompoknya dan ditempatkan di penginapan berbeda bersama teman sebayanya. Ia tak menaruh curiga, terlebih seorang guru pembina meyakinkan bahwa kondisi aman.
Sekitar pukul 21.00 WIB, Mawar masih melihat gurunya berada di lokasi, sibuk dengan telepon genggam.
Ia mengira keberadaan tersebut hanya sementara. Namun, malam yang semakin larut justru membuka babak yang tak pernah ia bayangkan.
Dalam kondisi setengah terlelap, Mawar merasakan tubuhnya dipeluk dari belakang. Ia berusaha melawan, namun ruang geraknya terbatas.
Selimut yang semestinya memberi kehangatan justru menjadi penghalang saat ia mencoba melepaskan diri. Malam itu, baginya, bukan sekadar gelap melainkan seperti jurang sunyi yang menelan suaranya sendiri.
“Aku takut,” ujar Mawar lirih saat mengingat kejadian tersebut, Selasa, 31 Maret 2026 melalui telepon selular kepada ruangpojok.com.
Ia memilih diam, bukan karena tak ingin melawan, tetapi karena ketakutan yang membungkam.
- Penulis: Ikbal





















































