Viral Chat Tak Pantas, Kades Langensari Sebut Pertemuan Hotel Urusan Jual Beli Rumah
- account_circle Ikbal
- calendar_month Sen, 29 Des 2025

Gambar ilustrasi : Chat diduga Mesum Kades Langensari Kepada Seorang Kadus Di desanya.
“Awalnya ini terkait persoalan pemberhentian sementara, lalu muncul chat lama yang sebenarnya hanya guyonan. Percakapan itu konteksnya bercanda, tidak ada niat pelecehan sedikit pun,” ujar Fajar.
Ia menjelaskan, frasa “tujuh kali” yang tercantum dalam percakapan merupakan candaan yang kerap dilontarkan oleh lawan bicaranya, Inisial UA, dalam obrolan sehari-hari.
Namun, candaan tersebut dinilai publik keluar dari konteks sehingga memunculkan tafsir negatif.
Fajar juga meluruskan soal kata “hotel” yang menjadi sorotan. Menurut dia, pertemuan di hotel dilakukan untuk membahas persoalan penjualan rumah yang melibatkan tiga pihak setelah mediasi di desa tidak membuahkan hasil.
“Bukan mengajak ke hotel untuk hal yang tidak pantas, tapi bertemu di tempat netral untuk menyelesaikan masalah penjualan rumah. Memang kami berdua bertemu, tapi hanya membahas persoalan itu. Tidak ada tindakan senonoh,” tegasnya.
Meski membantah tudingan perbuatan amoral, Fajar mengakui kekeliruan dalam memilih diksi dan lokasi pertemuan.
Ia menyebut hal tersebut sebagai kekhilafan dan menyatakan bertanggung jawab secara moral.
Ia juga mengungkapkan bahwa percakapan tersebut terjadi lebih dari satu tahun lalu dan baru mencuat ke publik belakangan.
Bahkan, menurutnya, suami UA telah mengetahui isi percakapan itu dan sudah di klarifikasi bahwa hanya sekadar candaan.
“Konteks chat itu ambigu sehingga ditafsirkan lain oleh masyarakat. Aparat desa juga mengetahui bahwa candaan seperti itu sering terjadi,” katanya.
Menanggapi rencana aksi unjuk rasa warga, Fajar menyatakan menghormati aspirasi masyarakat.
Ia berharap publik tidak menarik kesimpulan sepihak dan memberi ruang klarifikasi secara menyeluruh.
“Saya siap memperbaiki sikap ke depan karena memang candaan itu tidak layak. Saya juga berharap bisa duduk bersama BPD, Saudari U, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk islah dan menyelesaikan persoalan ini secara baik-baik,” pungkasnya.
- Penulis: Ikbal


