Program MBG dikeluhkan Warga Cintaasih, Telur Mentah dan Nilai Bantuan Dipertanyakan Dari Dapur Bangbayang
- account_circle Ikbal
- calendar_month 4 jam yang lalu

Gambar Istimewa : Produk MBG yang diberikan dapur Bangbayang untuk penerima manfaat B3 di Desa Cintaasih
“Kalau telurnya mentah, lalu apa fungsi dapurnya? Harusnya dimasak dulu, bukan dibagikan mentah seperti itu,” tegasnya.
Selain kualitas makanan, warga juga menyoroti dugaan ketidaksesuaian nilai bantuan dengan isi paket yang diterima.
Ia menilai bahan makanan seperti telur dan buah kemungkinan dibeli dalam jumlah besar oleh dapur, namun dibagikan kepada penerima manfaat seolah dihitung satuan.
“Telur enam butir itu pasti dibeli kiloan atau kuintalan, buah juga begitu oleh dapur. Tapi kenapa ke penerima manfaat seperti dihitung satuan,” ungkapnya.
Warga berharap pengelola dapur SPPG Bangbayang dapat memperbaiki kualitas dan komposisi bantuan MBG agar sesuai regulasi dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Sementara itu, Kepala Dapur SPPG Bangbayang, Rudiansyah, membenarkan item makanan yang dibagikan kepada warga Desa Cintaasih untuk tiga hari. Ia menyebut paket tersebut merupakan menu khusus kategori B3.
“Itu menu B3. Porsi kecil nilainya Rp24 ribu dan porsi besar Rp30 ribu,” ujarnya.
Saat ini pihak dapur SPPG Bangbayang mengaku masih mengoordinasikan keluhan tersebut.
Namun hingga berita ini diterbitkan, pengelola dapur belum memberikan tanggapan terkait alasan pembagian telur mentah yang diberikan dapur SPPG Bangbayang.
- Penulis: Ikbal


