Breaking News
Beranda » Nasional » Program MBG Cianjur Disorot: Anggaran Rp8–10 Ribu, Susu dan Kemasan Plastik Dikritik

Program MBG Cianjur Disorot: Anggaran Rp8–10 Ribu, Susu dan Kemasan Plastik Dikritik

  • account_circle Ikbal
  • calendar_month 5 jam yang lalu

Aktivis pemuda Cianjur, Buana Pijar Faghfirly, mengatakan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diduga tidak sepenuhnya menjalankan pedoman harga dan standar gizi BGN pada pembagian MBG di awal Ramadan tersebut.

“Saya melihat langsung di lapangan. Sajian dari dapur SPPG di Kabupaten Cianjur untuk tiga hari di bulan ramadhan ini banyak yang tidak sesuai harga. Kalau dihitung, terkesan lebih mahal dari nilai manfaatnya,” kata Buana.

Ia juga mengkritik penggunaan kantong plastik sebagai kemasan makanan serta jenis susu kemasan yang dibagikan.

Menurut dia, aspek keamanan pangan dan kandungan gizi harus menjadi prioritas utama.

“Seharusnya makanan dikemas sesuai standar keamanan pangan. Jika susu yang digunakan berkadar gula tinggi dan rendah kandungan susunya, itu berisiko bagi kesehatan anak dalam jangka panjang,” ujarnya.

Buana mengingatkan potensi konsumsi produk ultra-proses dengan kadar gula tinggi secara rutin dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes pada anak jika tanpa pengawasan ketat.

Ia mendesak aparat penegak hukum, Pemerintah Kabupaten Cianjur, dan BGN memperketat pengawasan terhadap dapur SPPG.

Sementara itu, Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, sebelumnya menegaskan seluruh pelaksana wajib menyajikan menu sesuai anggaran yang telah ditetapkan.

“Penyajian menu harus sesuai. Tidak boleh dikurangi. Untuk siswa kelas 3 ke atas sebesar Rp10.000 per porsi,” kata Nanik.

Ia memastikan anggaran Rp8.000 berlaku bagi siswa kelas 3 ke bawah dan meminta seluruh pelaksana mematuhi petunjuk teknis secara ketat.

Sorotan terhadap pelaksanaan MBG di Cianjur kini memicu desakan evaluasi menyeluruh guna memastikan program pemenuhan gizi anak berjalan sesuai standar dan akuntabel.

  • Penulis: Ikbal

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less