Miris, Nenek 115 Tahun Tinggal Puluhan Tahun di Gubuk di Atas Tumpukan Sampah
- account_circle Admin
- calendar_month Kam, 8 Mei 2025

Foto Redaksi : Nenek mengaku berusia 115 tahun hidup di gubuk bantaran sampah.
“Kami sehari-hari makan kangkung. Kadang ada bantuan dari warga juga. Kalau penghasilan dari sampah kurang dari Rp20.000, ya kadang nggak cukup,” tuturnya dengan nada lirih.
Ketika ditanya tentang dokumen identitas seperti KTP atau Kartu Keluarga, Eti mengungkapkan bahwa dokumen-dokumen tersebut disimpan oleh anaknya.
“Saya punya anak, tapi kondisinya juga tidak mampu. Jadi, saya memilih tinggal terpisah supaya tidak membebani anak,” ungkapnya.
Yang lebih memilukan, selama bertahun-tahun tinggal di sana, Eti tidak pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah daerah maupun desa.
Ia berharap suatu saat dapat memperoleh perhatian dari pihak pemerintah, terutama untuk kebutuhan sehari-hari dan tempat tinggal.
“Emak mah yang penting sehat dan bisa makan. Kalau soal tempat tinggal, ya bagaimana baiknya saja. Layak atau tidak, yang penting nyaman buat emak sama Abah,” pungkasnya. (RZ)
- Penulis: Admin


