Kemenko Infrastruktur Soroti Mega Proyek Irigasi di Cianjur yang Jebol Sebelum Rampung
- account_circle Ikbal
- calendar_month 3 jam yang lalu

Gambar Redaksi : Staf Khusus Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agust Jovan Latuconsina saat menyambangi kantor DPC Demokrat Cianjur untuk berbuka bersama
Proyek yang berada di aliran Sungai Ciherang itu dilaporkan jebol sebelum rampung.
Bangunan irigasi diduga tidak mampu menahan debit air saat intensitas hujan meningkat.
Selain itu, proyek yang dijadwalkan selesai dalam 98 hari kalender sejak sekitar September 2025 diduga melampaui masa kontrak.
Sebelumnya, Kepala Desa Cibanggala, Mahmud Romli, membenarkan bangunan irigasi Ciherang II jebol pada Januari 2026. Ia menduga konstruksi belum cukup stabil saat air dialirkan ke jaringan tersebut.
“Waktu itu proyek belum selesai. Warga mendesak karena membutuhkan air, lalu aliran dari hulu dibuka berdasarkan kesepakatan dengan pihak ketiga. Dalam kontrak juga disepakati jika sampai 30 Desember belum rampung, air tetap dialirkan,” kata Mahmud.
Ia menjelaskan proyek tersebut mulai dikerjakan sekitar Agustus 2025. Namun hingga pengerjaan berlangsung, pemerintah desa mengaku tidak pernah melihat papan informasi proyek di lokasi.
“Sejak awal saya tidak melihat papan proyek, termasuk nilai anggarannya. Para pekerja hanya menyebut proyek ini dikerjakan Adhi Karya dengan nilai belasan miliar rupiah,” ujarnya.
Mahmud menambahkan, proyek tersebut mencakup dua titik pekerjaan di wilayah Desa Cibanggala.
Jaringan irigasi Ciherang I mengaliri lahan pertanian di Desa Sukabungah, sedangkan Ciherang II mengairi area persawahan Desa Cibanggala.
Pemerintah pusat melalui Kemenko Infrastruktur berencana menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan pengecekan lapangan bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan BBWS Citarum.
- Penulis: Ikbal


