Kasus HIV/AIDS, Hepatitis, dan Sifilis di Cianjur Mengkhawatirkan, Gus Dzikri Desak Penutupan Lokalisasi Prostitusi
- account_circle Ikbal
- calendar_month Sab, 14 Feb 2026

Gambar Ilustrasi : Kasus HIV/AIDS, Hepatitis, dan Spilis di Kabupaten Cianjur, Membuat Geram Tokoh Agama di Cianjur
Dinkes juga memperkuat koordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menekan praktik prostitusi serta memperluas edukasi kesehatan masyarakat sebagai langkah pencegahan.
Beberapa hari sebelumnya, tujuh perempuan dinyatakan positif sifilis setelah terjaring razia Satpol PP dalam operasi penertiban perempuan seks komersial.
Temuan tersebut memperkuat indikasi bahwa penyebaran IMS di Cianjur memerlukan perhatian serius pemerintah daerah.
Situasi ini turut memicu keprihatinan pimpinan Pondok Pesantren Izzul Islam Cianjur, Gus Dzikri Atoilah.
Ia menilai praktik prostitusi mencederai identitas Cianjur sebagai Kota Tatar Santri dan secara tegas meminta Pemerintah Kabupaten Cianjur menutup lokalisasi prostitusi serta praktik penyimpangan seksual.
“Pondok Pesantren Izzul Islam memandang fenomena prostitusi sebagai tantangan serius yang mencederai identitas Cianjur sebagai Kota Tatar Santri,” tegasnya.
Menurutnya, tekanan ekonomi, kemiskinan, pergeseran budaya, gaya hidup hedonis, lemahnya pengawasan lingkungan, serta pendangkalan pemahaman agama menjadi faktor pemicu maraknya praktik tersebut.
Ia mendorong pemerintah daerah menjalankan program edukasi dan pemberdayaan ekonomi secara berkelanjutan bagi para pelaku prostitusi dan perilaku menyimpang.
Selain itu, Gus Dzikri meminta pemerintah berkolaborasi dengan tokoh agama serta masyarakat untuk menekan angka penyakit dari praktek prostitusi maupun perilaku menyimpang di Kabupaten Cianjur.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu menolak praktik prostitusi dan membina generasi muda agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas,” ujarnya.
Gus Dzikri menegaskan, tanpa penanganan yang komprehensif dan kolaboratif, lonjakan HIV/AIDS, hepatitis, dan sifilis berpotensi terus meluas serta memperdalam krisis kesehatan dan sosial di Kabupaten Cianjur.
- Penulis: Ikbal


