Batik Cianjur Pernah Berjaya, Pengusaha Berharap Bangkit Kembali seperti Era Bupati Tjetjep Muhtar Soleh
- account_circle Ikbal
- calendar_month 7 menit yang lalu

Gambar Redaksi : Owner Dahlia Batik Genturan Cianjur, Eliana Trisnawati, memperagakan proses membatik menggunakan canting pada selembar kain.
Batik Cianjur di Dahlia Batik Genturan mengusung motif khas daerah, seperti Ayam Pelung, Kuda Kosong, Padi Pandanwangi, Gunung Padang, Mamaos, dan Maenpo.
Motif tersebut menjadi identitas yang membedakan Batik Cianjur dari batik daerah lain sekaligus memperkuat nilai budaya lokal.
Prestasi Batik Cianjur juga terus meningkat seiring waktu. Dahlia Batik Genturan menjadi satu-satunya wakil Cianjur yang lolos kurasi Kementerian Perindustrian RI belum lama ini.
Sebanyak 692 pengrajin mengikuti seleksi nasional. Hanya 80 pengrajin yang lolos kurasi Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik.
Bahkan, Dahlia Batik Genturan juga mewakili Indonesia dalam promosi dagang di Myanmar pada Februari 2025 melalui Kamar Dagang dan Industri Indonesia.
Eliana berharap pemerintah memperkuat perhatian terhadap Batik Cianjur agar kejayaan industri batik lokal kembali terwujud.
Ia menilai era kepemimpinan Alm Tjetjep Muhtar Soleh menjadi masa berkembangnya Batik Cianjur karena pemerintah aktif mendorong penggunaannya sebagai identitas daerah.
“Kami berharap Batik Cianjur bisa kembali berjaya seperti pada era Bapak Tjetjep Muhtar Soleh. Saat itu perhatian pemerintah sangat besar sehingga Batik Cianjur semakin dikenal masyarakat,” katanya.
Eliana juga mengajak seluruh perangkat daerah memakai Batik Cianjur dalam kegiatan resmi untuk meningkatkan kebanggaan masyarakat dan penjualan pengrajin.
Ia berharap pemerintah memperkuat regulasi, memperluas promosi, serta mempercepat regenerasi pengrajin melalui pelatihan dan sertifikasi generasi muda.
“Kami optimistis Batik Cianjur kembali menjadi kebanggaan daerah jika pemerintah, masyarakat, dan para pengrajin terus berjalan bersama,” tutup Eliana.
- Penulis: Ikbal

