Abu Vulkanik Anak Krakatau Ancam Pertanian Cianjur, DTHPP Minta Petani Bergerak Cepat
- account_circle Ikbal
- calendar_month Senin, 7 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gambar Istimewa : Salah Satu Tanaman Milik Warga Terkena Debu Erupsi Anak Gunung Krakatau.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wahyu meminta petani melakukan pembilasan tanaman dengan air bersih untuk mengurangi abu yang menempel pada daun.
“Petani perlu melakukan gerakan bilas atau semprot daun dengan air bersih,” katanya.
Petani juga diminta menguras air sawah yang terdampak abu vulkanik.
DTHPP mengingatkan petani tidak menggunakan pupuk nitrogen atau urea secara instan setelah hujan abu.
Untuk mendukung kebutuhan air bersih, DTHPP akan menginventarisasi dan memobilisasi pompa air operasional.
Pompa tersebut berasal dari UPJA, kelompok tani dan gabungan kelompok tani untuk membantu lahan yang membutuhkan pembilasan.
Selain mitigasi, DTHPP meminta petugas melakukan pendataan dan pemetaan lahan terdampak secara rinci.
Data tersebut mencakup luasan lahan, tingkat kerusakan, umur tanaman serta status kepesertaan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).
“Kami juga melakukan verifikasi dan validasi luasan lahan yang terdampak, termasuk tingkat kerusakannya,” ujar Wahyu.
Petugas akan mengelompokkan tingkat kerusakan mulai ringan, sedang, berat hingga puso.
Wahyu juga mengingatkan petani menjaga keselamatan selama melakukan aktivitas pemulihan di lahan.
“Petani wajib menggunakan masker dan kacamata pelindung selama melakukan aktivitas pemulihan di lahan luar ruangan,” katanya.
DTHPP selanjutnya meminta UPTD Pertanian Kecamatan melaporkan perkembangan kondisi lahan terdampak secara berkala.
Laporan tersebut akan disampaikan kepada Bidang Tanaman Pangan DTHPP Cianjur untuk direkapitulasi di tingkat kabupaten.
Data tersebut menjadi dasar pemerintah dalam memantau dan menangani dampak abu vulkanik terhadap sektor pertanian Cianjur.
- Penulis: Ikbal





Saat ini belum ada komentar