Izzul Islam Boarding School Padukan Metode Sorogan dan Tutor Sebaya Beda Usia
- account_circle Robby Zayu
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Izzul Islam Boarding School mengembangkan inovasi pembelajaran dengan memadukan metode sorogan tradisional dan Cross-Age Peer Tutoring atau tutor sebaya beda usia.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Program yang digagas pimpinan umum Pondok Pesantren Izzul Islam, Gus Dzikri, ini bertujuan meningkatkan kemampuan akademik sekaligus membentuk karakter, tanggung jawab, dan kepemimpinan santri.
Melalui metode tersebut, santri tingkat lebih tinggi membimbing adik kelas secara individual. Siswa kelas 2 mendampingi kelas 1, kelas 3 membimbing kelas 2, dan seterusnya hingga tingkat atas.
Dalam sesi pembelajaran one-on-one, santri menyetorkan bacaan, mengerjakan materi numerasi, atau melafalkan hafalan di hadapan kakak kelas. Tutor kemudian menyimak dan mengoreksi hasil belajar adik kelasnya.
Gus Dzikri mengatakan, metode sorogan antartingkat tidak hanya mendukung pencapaian akademik, tetapi juga menumbuhkan empati dan budaya belajar kolaboratif di lingkungan sekolah.
- Penulis: Robby Zayu





Saat ini belum ada komentar