Breaking News
Beranda » Desa Kita » Penyaluran Bantuan Pangan di Pacet Molor Karena Miskomunikasi, Bulog Minta Masyarakat Sabar

Penyaluran Bantuan Pangan di Pacet Molor Karena Miskomunikasi, Bulog Minta Masyarakat Sabar

  • account_circle Ikbal
  • calendar_month 2 jam yang lalu

RUANGPOJOK.COM – Penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) di Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, molor pada Senin, 27 April 2026 akibat miskomunikasi antara Perum Bulog, TKSK, dan aparat desa.

Kondisi tersebut membuat distribusi bantuan tertunda dan memicu kebingungan di kalangan warga penerima manfaat yang telah lebih dulu menerima undangan penyaluran.

Kepala Bulog Cianjur, Sri Wahyuni, mengatakan miskomunikasi terjadi dalam mekanisme penyebaran undangan kepada Penerima Bantuan Pangan (PBP).

“Memang ada miskomunikasi antara TKSK, Bulog, dan pihak di desa. Ini hanya kesalahpahaman dalam proses penyaluran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sesuai prosedur, Bulog menyerahkan undangan penyaluran kepada TKSK setelah pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek). Selanjutnya, TKSK mendistribusikan undangan kepada masyarakat.

“Undangan seharusnya disebarkan setelah Bimtek dilaksanakan. Karena dalam Bimtek itu dijelaskan penggunaan aplikasi untuk pendataan PBP, termasuk dokumentasi saat penyaluran,” katanya.

Selain itu, setiap penerima bantuan wajib didokumentasikan saat menerima bantuan, seperti berfoto bersama komoditas berupa beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter untuk alokasi dua bulan.

Namun demikian, di Sukatani, undangan terlanjur tersebar sebelum Bimtek berlangsung.

Akibatnya, masyarakat mengira bantuan akan segera disalurkan sehingga memicu ketidaksabaran di lapangan.

“Karena undangan sudah tersebar, warga menjadi menunggu dan berharap bantuan segera dibagikan. Padahal, tahapan administrasinya belum selesai,” ungkapnya.

Sri menegaskan kejadian ini merupakan yang pertama kali terjadi di wilayah kerja Bulog Cianjur yang mencakup tiga kabupaten/kota.

  • Penulis: Ikbal

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less