PAD Pariwisata Rp2,4 Miliar Terancam Melayang, DPRD Cianjur Minta Warga dan BRIN Duduk Bersama
- account_circle Ikbal
- calendar_month 2 jam yang lalu

Gambar Redaksi : Ketua Komisi II DPRD Cianjur, Azis Muslim Usai Rapat di Gedung DPRD Cianjur
RUANGPOJOK.COM – Polemik retribusi Gerbang Cibodas, Kabupaten Cianjur, yang tersendat akibat penolakan warga terhadap dugaan pungutan ganda, mendorong DPRD turun tangan pada 2026 dengan menginisiasi dialog bersama masyarakat, BRIN, dan Pemkab demi mengejar target PAD Rp2,4 miliar.
Mandeknya retribusi di Gerbang Cibodas langsung berdampak pada capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Cianjur.
Di sisi lain, kebijakan ini memicu konflik kepentingan antara masyarakat dan pemerintah daerah.
Penolakan warga menjadi faktor utama tersendatnya retribusi. Masyarakat menilai wisatawan sudah lebih dulu dikenakan biaya saat masuk kawasan lain, seperti Kebun Raya Cibodas, sehingga muncul persepsi adanya pungutan ganda.
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi III DPRD Cianjur, Aziz Muslim, menegaskan bahwa persoalan tersebut bersifat teknis dan masih bisa diselesaikan melalui dialog lintas pihak.
“Persoalan ini sebenarnya hanya teknis pemungutan. Tarif bisa dibahas bersama, yang penting ada pemasukan untuk PAD Cianjur dan juga untuk BRIN,” ujar Aziz saat ditemui usai rapat di Gedung DPRD Cianjur, Senin, 15 April 2026.
Karena itu, DPRD berencana memanggil seluruh pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan Aliansi Masyarakat Peduli Cimacan (AMPC), guna mencari titik temu.
- Penulis: Ikbal





















































