Banjir Rendam Dua Kecamatan di Cianjur, PUTR Ungkap Drainase Menyempit Jadi Pemicu
- account_circle Ikbal
- calendar_month 17 jam yang lalu

Gambar Istimewa : Banjir melanda dua kecamatan di Kabupaten Cianjur akibat hujan deras, dengan penyempitan drainase dan gorong-gorong kecil menjadi salah satu penyebab utama, menurut Dinas PUTR.
RUANGPOJOK.COM – Banjir merendam dua kecamatan di Kabupaten Cianjur pada Minggu malam, 5 April 2026, akibat hujan deras dan luapan sungai, yang diperparah penyempitan drainase serta gorong-gorong kecil, sehingga ratusan rumah dan ruas jalan terdampak.

Banjir mulai terjadi sekitar pukul 20.00 WIB dengan ketinggian awal sekitar 10 sentimeter. Namun, air terus meningkat seiring hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore hingga malam hari, hingga merendam ratusan rumah dan sejumlah jalan utama.
Kepala Bidang Preservasi Jalan Dinas PUTR Kabupaten Cianjur, Mohamad Riki Samsurizal, mengungkapkan hasil penelusuran sementara menunjukkan adanya penyempitan saluran drainase di sejumlah titik yang menghambat aliran air.
“Dari hasil penelusuran sementara, terdapat penyempitan saluran yang membuat aliran air tidak lancar. Selain itu, ada juga kondisi saluran yang berbelok-belok serta gorong-gorong dengan ukuran kecil, sehingga menghambat debit air saat hujan deras,” ujarnya kepada Ruangpojok.com, Senin, 6 April 2026.
Ia menjelaskan, penyempitan drainase tersebut diduga terjadi akibat perubahan bangunan di sekitar saluran, seperti pelebaran bangunan maupun akses jalan masuk yang memperkecil dimensi drainase.
“Memang ada indikasi penyempitan karena bangunan yang melebar atau akses masuk yang mengganggu saluran. Namun untuk kepastiannya masih akan kami cek lebih lanjut di lapangan bersama pihak wilayah,” tambahnya.
PUTR Cianjur langsung melakukan koordinasi internal untuk mempercepat penanganan banjir, terutama dengan membersihkan saluran drainase yang ada agar tidak tersumbat sampah.
“Kami akan fokus membersihkan saluran eksisting agar tidak terjadi penyumbatan, terutama oleh sampah. Minimal aliran air bisa tetap lancar meskipun ada titik penyempitan,” katanya.
Selanjutnya, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) guna menginventarisasi titik rawan banjir sekaligus menangani persoalan sampah yang kerap menyumbat saluran air.
- Penulis: Ikbal





















































