Polres Cianjur Sebut S.A.M. Positif benzodiazepine, Kadinkes : Jika Efeknya Hilang Bisa Kembali Ngamuk
- account_circle Ikbal
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gambar Ilustrasi : Terduga Pelaku Positif BZO Setelah Menjalani Pemeriksaan Polisi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini. Namun, kami tetap melakukan pendalaman secara menyeluruh,” ujarnya.
Sementara itu, mengenai Benzoadiazepine, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur I Made Setiawan menjelaskan kepada Ruangpojok.com, obat tersebut merupakan golongan obat yang bekerja pada sistem saraf pusat.
Penggunaannya antara lain untuk kecemasan, gangguan tidur, kejang, dan kondisi agitasi. Beberapa jenisnya yakni diazepam, alprazolam, lorazepam, dan klonazepam.
Made mengatakan efek benzodiazepine bergantung pada jenis obat, dosis, serta kondisi pasien yang mengonsumsinya.
“Kalau digunakan dalam dosisnya, kita harus lihat dulu apakah sesuai resep dokter?,” ujar Made.
Menurut dia, benzodiazepine dapat memberikan efek penenang kepada pasien yang membutuhkan penanganan medis tertentu.
Made mengatakan penggunaan berlebihan dapat menimbulkan efek sedasi dan berisiko mengganggu pernapasan.
“Kalau untuk BZO berlebih, untuk terlelap tidur berlebih bisa gangguan pernapasan,” katanya.
Namun, Made menegaskan hasil tes urine positif BZO tidak cukup untuk menyimpulkan kondisi atau perilaku seseorang.
Penyidik masih mendalami keterangan S.A.M., korban, saksi, dan barang bukti untuk mengungkap penyebab serta rangkaian pembakaran tersebut.
S.A.M. masih menjalani proses pemeriksaan terkait dugaan tindak pidana pembakaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
- Penulis: Ikbal















































Saat ini belum ada komentar