Kasus HIV/AIDS dan Sifilis di Cianjur Meningkat, DPRD Jabar Desak Penutupan Lokasi Prostitusi
- account_circle Ikbal
- calendar_month Ming, 15 Feb 2026

Gambar Redaksi : Anggota DPRD Jabar, Fraksi Nasdem, Onnie S Sandi
“Sangat miris. Cianjur sejak dulu dikenal sebagai kota santri dan seribu kobong. Ini menjadi pukulan keras bagi Pemkab Cianjur dan perhatian bagi semua pihak untuk memberantas praktik prostitusi,” tegas Onnie, 15 Februari 2026.
Ia menilai tingginya angka IMS berkaitan dengan pergaulan seks bebas dan perilaku menyimpang. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah bertindak tegas.
“Praktik-praktik seperti ini harus ditekan. Bahkan harus ada penutupan terhadap tempat-tempat yang disinyalir menjadi lokasi prostitusi,” ujarnya.
Menjelang Ramadan, Onnie mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat pengawasan sosial dan meningkatkan kesadaran moral.
“Kita akan memasuki bulan suci Ramadan. Praktik prostitusi dan perilaku menyimpang tidak boleh ada, bukan hanya saat Ramadan, tetapi juga setelah Lebaran dan seterusnya,” katanya.
Ia juga meminta masyarakat aktif melaporkan lokasi yang diduga menjadi tempat praktik prostitusi kepada Pemkab Cianjur agar aparat segera menindaklanjuti.
Lonjakan kasus HIV/AIDS dan sifilis ini menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan serta memperkuat edukasi pencegahan penyakit menular seksual di Kabupaten Cianjur.
- Penulis: Ikbal


