Jeritan di Balik Seragam Putih Biru: Malam Kelam yang Membekas di Jiwa Siswi SMP di Cianjur
- account_circle Ikbal
- calendar_month 2 jam yang lalu

Gambar Ilustrasi : Cerita siswi SMP yang diperlakukan tidak senonoh oleh oknum guru di cianjur
Hingga pagi tiba, ia menyadari kondisi pakaiannya berubah, meninggalkan tanda tanya besar dan luka yang tak kasatmata.
Mawar mengaku, kejadian tersebut bukan yang pertama. Di lingkungan sekolah, ia kerap mengalami perlakuan yang membuatnya tidak nyaman, mulai dari godaan hingga tindakan yang melampaui batas.
Ruang pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman justru terasa seperti ruang asing yang menyimpan kecemasan.
Ketakutan untuk berbicara semakin besar karena pelaku diduga memiliki pengaruh di lingkungan sekolah. Ia bahkan merasa citranya sempat dibentuk negatif oleh isu-isu yang beredar.
“Saya takut tidak dipercaya,” katanya.
Selama ini, Mawar hanya berbagi cerita dengan teman dekatnya. Hingga akhirnya, ia memberanikan diri melapor kepada wali kelas. Respons yang diterima menjadi titik awal keberaniannya untuk berontak.
Dengan pendampingan, Mawar kini telah memberikan keterangan kepada pihak kepolisian. Meski trauma masih membayangi, ia memilih untuk melangkah maju.
“Saya masih trauma, tapi saya ingin tetap punya masa depan,” ujarnya.
Kisah Mawar menjadi pengingat keras bahwa di balik hiruk pikuk aktivitas sekolah, masih ada suara-suara yang nyaris tenggelam.
Sebuah realitas pahit yang menuntut perhatian, agar ruang pendidikan benar-benar menjadi tempat aman bukan ruang sunyi yang menyimpan luka.
- Penulis: Ikbal





















































