Hujan Deras Tak Surutkan Sapa Warga Berbasis Budaya H. Onnie Soerono Sandi di Karangtengah
- account_circle Zayu
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

(foto: Ruangpojok.com) pendekatan budaya dipilih agar komunikasi dengan masyarakat lebih dekat dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Pertama, kami mengadakan konsolidasi. Kedua, mendirikan demokrasi di Pacet, dan sekarang di Karangtengah,” jelasnya.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Izzul Islam, Muhammad Rizky, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai pendekatan budaya penting untuk menjaga kelestarian seni yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
“Untuk kegiatan sore ini, kami berharap seni yang berlatar belakang Islam bisa terus lestari sebagai bagian dari budaya,” kata Rizky.
Ia menambahkan, Onnie juga mendorong generasi muda, khususnya Generasi Z, agar lebih mengenal budaya Sunda, seni tradisional, dan agama.
Menurut Rizky, upaya *ngamumule* atau melestarikan budaya Sunda perlu terus digaungkan agar tidak tergeser oleh derasnya arus media sosial.
“Media sosial juga harus menjadi ruang bagi anak-anak pesantren untuk menjunjung budaya kita. Jangan sampai budaya bergeser karena begitu mudahnya mengakses media sosial saat ini,” pungkasnya.(as)
- Penulis: Zayu






Saat ini belum ada komentar